Video Viral: Penumpang DJ Gebby Tolak Driver Tuntut Tambahan
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan penumpang bernama DJ Gebby Vesta bersama rekan pria asing yang terlibat pertengkaran dengan sopir taksi lokal di Denpasar menjadi viral di media sosial pada 02 Juni 2026.
Gebby dan temannya pulang dari restoran di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Saat itu, ia memutuskan menyewa taksi lokal seharga Rp 300 ribu dan membatalkan pesanan angkutan online yang harganya hanya Rp 78 ribu.
Dalam unggahan video kronologi yang dibagikannya, Gebby menjelaskan alasan dia memilih tarif lebih tinggi. “Karena aku tahu dia tadi mangkal di sana dan aku sudah pernah beberapa kali naik taksi dia sama turis, dan selalu aku mintain Rp 300 ribu ke bulenya. Jadi pas semalam aku bilang 300 ya, dan dia bilang: ‘kalau bisa minta tambah ya mbak ke bulenya’,” kata Gebby.
Masalah muncul ketika sopir taksi ikut masuk ke ruang mesin ATM saat temannya hendak mengambil uang. Gebby menirukan ucapan temannya yang panik karena kartu ATM-nya tertinggal. “Pas masuk mobil bulenya bilang ke aku, ‘Kenapa dia selalu mengikutiku? Dan dia selalu membicarakan tentang uang lebih. Kartuku hilang dan aku butuh uang tunai, bisakah aku transfer ke kamu dan kamu yang ambil uangnya?’” kata Gebby.
Mengetahui rencana transfer tersebut, sopir langsung meminta tambahan uang sebesar Rp 200 ribu. Gebby menegur sopir dengan keras, memaksa mereka turun dari mobil. “Aku bilang, ‘Bli, kamu kan sudah dikasih Rp 300 ribu cuma dekat, sudah syukur lho’. Terus dia bilang, ‘Kok mbak yang ngatur, kan bukan duit mbak, bulenya aja oke kok’. Aku bilang ke dia, ‘Kalau oke, enggak mungkin dia risih sama kamu’,” ungkapnya.
Di minimarket, sopir tersebut terus mengejar dan memaksa meminta uang tambahan, membuat temannya terlihat frustrasi sambil memegangi kepalanya karena merasa terintimidasi. Aksi tersebut akhirnya berhenti setelah Gebby merekam seluruh kejadian.
Konfirmasi via pesan langsung (DM) menunjukkan Gebby membenarkan kejadian itu pada 31 Mei 2026 sekitar pukul 03.30 Wita. Ia mengaku baru pulang dari lokasi makan Miss Fish di Tibubeneng, Kuta Utara.
Di 01 Juni 2026, Gebby menegaskan bahwa ia belum meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa keberaniannya memviralkan kejadian ini bertujuan mewakili korban lain yang mengalami modus serupa di kawasan pariwisata tersebut. “Banyak yang dukung aku karena sudah banyak yang ngaku mengalami. Cuma malas buat speak up, cuma aku yang berani. Itu sehabis malam minggu kami hangout di Missfish,” kata dia.
Gebby berharap aparat tegas agar peristiwa seperti ini tidak berulang. Ia menegaskan bahwa banyak orang takut untuk bersuara, sehingga ia menjadi satu-satunya yang berani mengungkapkan kejadian tersebut.
Video ini menyoroti masalah pemerasan yang masih sering terjadi di daerah pariwisata. Kejadian ini menambah kesadaran akan pentingnya kewaspadaan saat menggunakan layanan taksi, serta perlunya regulasi yang lebih ketat untuk melindungi penumpang, khususnya wisatawan asing.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
