Vietnam: Pangkalan Kopi Robusta Menjadi Ekspor Besar

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Vietnam: Pangkalan Kopi Robusta Menjadi Ekspor Besar

Gambar atau konten salah?

Para wisatawan yang berkunjung ke Vietnam sering kali menantikan rasa kopi susu atau kopi tetes yang terkenal. Kopi pertama kali diperkenalkan di negara ini pada 01 Januari 1857. Sejak saat itu, kopi menjadi bagian penting dalam budaya perjalanan Vietnam.

Di Vietnam, kopi susu dibuat dari biji robusta yang memiliki rasa pahit khas. Biji arabika juga pernah diperkenalkan ke wilayah utara pada 01 Januari 1857 oleh seorang pastor Katolik Perancis. Tujuannya adalah memulai usaha kecil bagi petani lokal.

Selama masa kolonial Prancis, para pengusaha mulai menanam kopi di perkebunan, terutama di Provinsi Ninh Bình dan Quảng Bình. Iklim tropis dan tanah subur membuat wilayah tersebut sangat cocok untuk produksi kopi. Setelah itu, perkebunan kopi mulai menyebar ke dataran tinggi di seluruh negeri.

Pada 01 Januari 1950, Vietnam membangun pabrik pengolahan kopi komersial pertama. Langkah ini menandakan harapan akan industri kopi yang dapat memposisikan Vietnam di peta dunia. Kemajuan lebih lanjut terjadi ketika reformasi ekonomi Doi Moi diberlakukan pada 01 Januari 1987, setelah perang berdurasi dua puluh tahun. Pemerintah menandatangani perjanjian dengan negara-negara tetangga dan jauh, membuka pasar perdagangan bagi Vietnam.

Di era 1990-an, pemerintah fokus pada budidaya kopi robusta yang mudah dirawat dan memiliki produktivitas tinggi. Mereka bahkan belajar teknik budidaya dari Lampung. Saat ini, Vietnam menjadi pengekspor kopi robusta terbesar kedua di dunia, menyaingi Indonesia.

Secara historis, biji kopi dipanggang menggunakan minyak mentega yang dicampur gula, vanili, dan kakao. Proses ini menambah lapisan manis dan rasa unik pada kopi. Di zaman modern, penggunaan minyak mentega dalam proses pemanggangan semakin populer karena membantu biji kopi dipanggang secara merata.

Robusta masuk ke Vietnam pada 01 Januari 1908 dan menyebar ke dataran tinggi tengah negara. Iklim dan tanah di wilayah tersebut menyediakan kondisi optimal bagi budidaya kopi. Seiring berjalannya waktu, perkebunan robusta berkembang di seluruh Provinsi Dak Lak dan sekitarnya.

Robusta kini mencakup 97% dari seluruh biji kopi yang diproduksi di Vietnam. Biji ini biasanya dipakai dalam kopi tetes, atau Vietnam drip coffee, yang terkenal di negara tersebut. Selain rasa yang lebih kuat, kandungan kafein robusta hampir dua kali lipat dibandingkan arabika. Hal ini membuat kopi tetes Vietnam dikenal karena sensasi ‘kuat’ yang ditawarkannya.

Proses pembuatan kopi tetes menggunakan alat seduh lokal yang disebut phin. Bubuk kopi dimasukkan ke dalam phin, lalu ditempatkan di atas gelas minum. Air panas dituangkan di atas bubuk kopi, sehingga sari biji kopi menetes perlahan ke dalam gelas selama beberapa menit. Selain kopi tetes tradisional, ada juga variasi lain seperti kopi kelapa, kopi musang, dan kopi telur.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, seorang penulis di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara. Dengan sejarah panjang dan produksi robusta yang melimpah, Vietnam kini memegang posisi penting dalam industri kopi global. Kopi robusta menjadi andalan ekspor negara ini, menandai pergeseran signifikan dalam pasar kopi dunia.

Kopi robustaVietnamPhinDoi MoiEkspor kopiBudidaya kopiIndustri kopi global

Komentar

Memuat komentar...