Virus Hanta di Kapal Pesiar MV Hondius: 3 Kematian Tercatat

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Virus Hanta di Kapal Pesiar MV Hondius: 3 Kematian Tercatat

Gambar atau konten salah?

Sejumlah negara mulai melacak penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah virus Hanta terdeteksi di atas kapal. Pelacakan mencakup penumpang yang sudah turun dan orang yang sempat berhubungan dekat dengan mereka. Hingga saat ini, tiga kematian telah tercatat, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lima orang terkonfirmasi terinfeksi, sementara tiga kasus lain masih diduga terkait wabah tersebut.

Operator kapal menyebut semua penumpang yang turun ketika kapal singgah di Pulau Saint Helena, Atlantik Selatan pada 24 April 2026 telah dihubungi. Penumpang berasal dari setidaknya 12 negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. WHO menegaskan risiko penyebaran kepada masyarakat umum masih rendah, meski jenis hantavirus Andes yang ditemukan pada sejumlah pasien dapat menular antarmanusia dalam kasus langka.

Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan, "Ini bukan coronavirus, ini virus yang sangat berbeda. Situasinya tidak sama seperti enam tahun lalu." WHO kini menyiapkan panduan penanganan saat MV Hondius tiba di Kepulauan Canary pada akhir pekan ini. Puluhan penumpang yang masih berada di kapal belum menunjukkan gejala.

Di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terus memantau perkembangan wabah. CDC menilai risiko bagi masyarakat AS masih sangat rendah. Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah menerima laporan terkait wabah tersebut. “Kami berharap situasinya terkendali,” ujar Trump. Saat ditanya apakah warga AS perlu khawatir, ia menegaskan, “Warganya tak perlu khawatir dengan situasi tersebut.”

Beberapa negara bagian di AS, seperti Georgia, Arizona, California, dan Texas, kini memantau warga yang sempat berada di kapal pesiar itu. Sebagian besar dilaporkan tidak menunjukkan gejala.

Di Belanda, maskapai KLM ikut melakukan pelacakan setelah seorang perempuan Belanda yang kemudian meninggal sempat berada dalam penerbangan dari Johannesburg menuju Belanda pada 25 April 2026. Menurut laporan media lokal, seorang pramugari KLM yang sempat kontak dengan pasien kini dirawat di rumah sakit Amsterdam setelah mengalami gejala yang diduga terkait virus Hanta. Otoritas Belanda mengatakan kru dan penumpang yang sempat membantu perempuan tersebut kini dipantau kesehatannya setiap hari.

Sementara itu, tiga pasien dievakuasi dari kapal pada Rabu, 25 April 2026. Dua pasien dirawat di Belanda dan satu lainnya dibawa ke Jerman untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Salah satu pasien yang dirawat di Belanda, serang pemandu ekspedisi, Martin Anstee, mengatakan kondisinya cukup baik meski masih menjalani serangkaian pemeriksaan. “Saya baik-baik saja, tetapi masih banyak tes yang harus dilakukan,” katanya.

Selain di Belanda dan Jerman, Swiss juga melaporkan seorang penumpang kapal dinyatakan positif virus Hanta. Sementara itu, Denmark dan Kanada meminta warga yang sempat berada di kapal untuk melakukan isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.

Wabah ini menyoroti pentingnya koordinasi internasional dalam menanggapi penyakit menular. Meskipun risiko penyebaran masih dianggap rendah, upaya pelacakan dan pengawasan terus berlanjut di berbagai negara.

Hanta virusMV HondiusWHOpenumpang kapal pesiarCDCKLMisolasi mandiri

Komentar

Memuat komentar...