Wabah Meningitis Maut di Inggris, Dua Tewas Cepat
Gambar atau konten salah?
Otoritas kesehatan Inggris, UK Health Security Agency (UKHSA), telah mengeluarkan peringatan darurat nasional. Peringatan ini menyusul merebaknya kasus meningitis mematikan di wilayah Kent.
Dalam waktu kurang dari seminggu, tercatat 20 kasus meningitis yang sudah terkonfirmasi maupun yang masih dicurigai. Tragisnya, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini. Korban meninggal adalah seorang mahasiswa berusia 21 tahun dari University of Kent dan seorang siswi sekolah menengah dari Queen Elizabeth's Grammar School di Faversham.
Pejabat kesehatan menggambarkan lonjakan kasus ini sebagai kejadian yang "meledak" dan belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai perbandingan, wabah meningitis pada tahun 1980-an di Gloucestershire mencatat 65 kasus, namun penyebarannya memakan waktu empat setengah tahun, bukan terjadi hanya dalam hitungan hari seperti di Kent saat ini.
Kepala Eksekutif UKHSA, Susan Hopkins, menduga ada peristiwa super spreader. Infeksi ini diduga kuat mulai menyebar dari sebuah kelab malam di Canterbury antara tanggal (05 Maret 2024) hingga (07 Maret 2024). Setelah itu, penyakit ini menyebar ke lingkungan asrama mahasiswa.
Menghadapi situasi genting ini, pemerintah Inggris segera mengambil langkah darurat. Program vaksinasi massal diluncurkan, menargetkan sekitar 5.000 mahasiswa di University of Kent. Selain vaksinasi, sekitar 2.500 dosis antibiotik telah dibagikan di seluruh wilayah Kent sebagai upaya pencegahan awal.
Instruksi juga diberikan kepada dokter umum (GP) di seluruh Inggris. Mereka diminta memberikan antibiotik kepada siapa saja yang mengunjungi kelab malam terkait pada awal Maret, serta kepada mahasiswa yang menunjukkan gejala mirip flu.
Gejala utama meningitis adalah kondisi medis darurat. Gejala yang harus diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi yang datang mendadak
- Leher terasa kaku
- Sakit kepala yang parah
- Munculnya ruam merah pada kulit
Salah satu pasien yang selamat, Tyra Skinner (20), sempat dikira menderita flu biasa oleh orang tuanya. Ibunya menceritakan bahwa Tyra awalnya mengalami mata merah, kemudian pada hari Senin kondisinya memburuk, menjadi sangat sakit, lemas, dan tidak bertenaga. Tyra kini dalam kondisi stabil di rumah sakit setelah menerima perawatan intensif.
Meningitis merupakan infeksi serius yang menyerang selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang. Karena penyebarannya yang sangat cepat di Kent, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala tersebut.
Ringkasan Berita:
UKHSA menyatakan darurat nasional di Kent akibat wabah meningitis yang menewaskan dua orang dan mengidentifikasi total 20 kasus dalam waktu singkat. Wabah diduga berawal dari kelab malam di Canterbury pada awal Maret 2024. Sebagai respons, pemerintah Inggris melakukan vaksinasi massal untuk 5.000 mahasiswa dan mendistribusikan antibiotik secara preventif. Masyarakat diimbau waspada terhadap gejala utama seperti demam tinggi, leher kaku, dan sakit kepala berat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penuaan Biologis Lebih Cepat pada Generasi Muda Picu Lonjakan Kanker
Miliarder Bryan Johnson Didiagnosis Lambung 'Memakan' Dirinya
Dokter Anak: Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Harus Segera Mengungsi
Rahasia Diet 6.000 Kalori Haaland di Piala Dunia
17% Pekerja Malaysia Alami Gangguan Psikososial
5 Makanan Harian yang Sehatkan Jantung Menurut Penelitian
Berita Terbaru
Bola Logam Misterius dari Luar Angkasa Ditemukan di Pantai Australia
Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz
Baru 4,7 Persen Warga Bengkulu Manfaatkan Pemutihan Pajak
Ridwan Kamil Daftarkan Arkana, Atalia Hormati Hukum
Pajak McLaren Andra ST Rp156 Juta, Kecelakaan 2 Hari Setelah STNK Jadi
MPLS Jatim 2026 Dimulai 13 Juli, Larang Perpeloncoan
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pesisir Jatim 11-17 Juli
Penuaan Biologis Lebih Cepat pada Generasi Muda Picu Lonjakan Kanker
Resep Cheesecake Crackers 4 Bahan, Sarapan Mewah Tanpa Oven
