Wali Kota Medan Rico Maaf Tidak Hadir, Terapi Luar Negeri
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Medan Rico Waas mengungkapkan permohonan maaf setelah tidak hadir pada upacara peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jalan Lizardi Putra. Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di luar negeri disebabkan oleh kebutuhan berobat.
Keberangkatan Rico ke luar negeri pertama kali dibicarakan oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Saat acara berlangsung, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menampung peran Rico. Bobby menyatakan, “Setelah dicek ke luar negeri,” setelah menghadiri peresmian di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Sabtu (16 Mei 2026) siang.
Ia menegaskan bahwa pejabat negara tidak boleh bepergian ke luar negeri tanpa izin, meski sedang libur. “Pak Presiden tadi sudah menyampaikan tidak boleh ke luar negeri tanpa izin walaupun liburan,” ujar Bobby. Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti para menteri dan pejabat daerah yang tidak hadir. Ia menuntut pemeriksaan keberadaan mereka. “Ada izinnya atau tidak, pejabat yang ke luar negeri? Coba dicek keberadaannya.” tambah Prabowo kepada Tito Karnavian. Ia mengulangi, “Coba dicek ya izinnya,” sambil menegaskan pentingnya kepatuhan izin.
Rico Waas mengakui ketidakhadirannya. Ia mengirimkan keterangan pada Minggu (17 Mei 2026) melalui media sosial. “Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan,” jelasnya. Ia menambahkan, “Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat. Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut,” ungkapnya.
Rico menegaskan bahwa perjalanan ini tidak menggunakan dana APBD. Ia mengatakan, “Ya, saya tidak menggunakan APBD dalam perjalanan ini, dan murni menggunakan dana pribadi. Jadi, saya berangkat ke luar negeri khusus untuk berobat sekaligus mengambil obat yang sudah habis saya konsumsi,” tuturnya. Ia menutup pernyataannya dengan permintaan maaf: “Saya mohon maaf dalam hal ini,” katanya.
Walaupun berada di luar negeri, Rico tetap memantau kondisi Kota Medan. Ia memerintahkan camat, lurah, dan kepling untuk terus memantau wilayahnya. “Selama berobat setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan, dan meminta kepada para pimpinan OPD terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perkembangan Kota Medan yang kita cintai bersama,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi selama masa perawatan.
Acara peresmian KDKMP di Medan menjadi sorotan karena ketidakhadiran pejabat tinggi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kehadiran dan kepatuhan izin bagi pejabat yang bepergian ke luar negeri. Rico Waas, meski sedang berobat, berusaha memastikan bahwa tugasnya tidak terhenti. Ia menegaskan komitmennya terhadap pengawasan dan koordinasi, sekaligus memohon pengertian publik atas ketidakhadirannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
