Wanita Taiwan Usus Besar Terpanjang, Operasi Diperlukan
Gambar atau konten salah?
Seorang wanita asal Taiwan menjadi sorotan publik setelah membagikan foto rontgen tubuhnya yang menakjubkan. Foto tersebut menunjukkan usus besar yang telah memanjang dan meluncur ke atas, hampir mencapai rongga dada di dekat jantung.
Awalnya, unggahan ini diposting oleh pasien tersebut di platform media sosial Dcard pada tahun 2021. Pada akhir pekan ini, utas itu kembali menjadi viral dan menjadi topik diskusi di kalangan netizen.
Perjuangan wanita ini dimulai sejak kecil. Ia tidak pernah menyebutkan nama, namun ia mengakui bahwa setiap kali ingin buang air besar, ia harus jongkok atau duduk di toilet selama satu hingga dua jam. “Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya berukuran besar dan dua buah naga besar dalam waktu satu minggu. Hasilnya? Tetap tidak bisa buang air besar,” ungkapnya.
Ia telah mencoba berbagai cara alami, mulai dari menambah minum air putih, mengonsumsi makanan bertekstur lunak, hingga memakan sayur dan buah dalam jumlah besar. Semua upaya tersebut tidak berhasil mengatasi konstipasi kronis yang berlangsung selama 23 tahun.
Keputusan akhirnya adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit. Saat dokter melihat hasil foto rontgen perut, mereka terkejut. Usus besar (colon) telah berpindah posisi, memanjang secara drastis, dan hampir mencapai rongga dada. Penumpukan feses selama puluhan tahun membuat bagian akhir usus besar kehilangan kerutan-kerutan alami karena terus meregang menampung kotoran.
Menurut laporan media lokal Taiwan, satu-satunya solusi permanen untuk kondisi ini adalah operasi besar berupa pengangkatan seluruh usus besar (colectomy). Meskipun dokter memberi kabar baik bahwa ususnya belum menyentuh atau mengganggu fungsi jantung, wanita tersebut merasa takut. Ia bimbang untuk naik ke meja operasi karena khawatir adanya risiko komplikasi jangka panjang pasca-pembedahan.
Kasus ini menyoroti betapa seriusnya konsekuensi sembelit kronis. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi dapat memengaruhi organ lain dan menimbulkan komplikasi serius. Meskipun operasi colectomy menjadi pilihan, keputusan tersebut harus dipertimbangkan dengan matang, mengingat risiko dan potensi komplikasi yang mungkin terjadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
