Wapres Dorong BGN Tingkatkan Keamanan Pangan MBG di Seluruh
Gambar atau konten salah?
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan arahan yang baru saja diterima dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenai penguatan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
“Saya baru dipanggil Pak Wapres membahas terkait dengan keamanan pangan,” ujar Nanik dalam keterangannya.
Wapres menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan higienitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merupakan dapur pelayan MBG. Fokus utamanya adalah penanganan sisa makanan yang dapat menjadi sumber penyakit.
“Pak Gibran mewanti-wanti agar sisa makanan jangan sampai masuk ke dapur, karena sisa makanan ini yang berpotensi menjadi salah satu sumber penyakit,” ungkap Nanik.
Untuk menghindari kontaminasi silang, Gibran menyarankan proses pembersihan sisa makanan dilakukan di luar dapur.
“Beliau menyarankan, sisa-sisa makanan dibersihkan di luar dapur,” tambahnya.
Arahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat standar keamanan pangan, memastikan makanan yang disajikan tetap aman bagi masyarakat. Nanik menambahkan bahwa pengalaman Gibran sebagai mantan pengusaha katering memberi pemahaman mendalam tentang SOP alur dapur dan aspek kritis keamanan pangan.
“Sebagai mantan pengusaha di bidang katering, Wapres paham benar soal SOP alur dapur dan hal-hal kritis dalam hal keamanan pangan,” ucap Nanik.
Selain itu, Gibran meminta BGN mempercepat pemerataan pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kunjungan Gibran ke beberapa provinsi di Papua menunjukkan masih banyak kabupaten yang belum memiliki SPPG.
Untuk mengatasi hal tersebut, BGN mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan melibatkan BUMN, pembangunan infrastruktur dapur MBG dapat didukung tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBN.
“Sebaiknya wilayah 3T kita melibatkan BUMN, dari CSR mereka bisa untuk membangun dapur, sehingga tidak harus dari APBN untuk membangun dapur atau SPPG,” tutup Nanik.
Inisiatif ini menandai langkah konkret dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan gratis yang disediakan, sekaligus memperluas akses program ke daerah yang paling membutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
