Wapres Gibran Tiba di Bandara Douw Aturure, Papua Tengah Jet

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Wapres Gibran Tiba di Bandara Douw Aturure, Papua Tengah Jet

Gambar atau konten salah?

Pada 20 April 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendarat di Bandara Douw Aturure, sebuah bandara yang kini mampu menampung pesawat jet. Pendaratan ini menandai langkah penting bagi wilayah Papua Tengah, yang selama ini hanya dapat dijangkau melalui penerbangan non‑jet.

Setelah mendarat, Silwanus Sumule, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, langsung menuju ujung landasan. Ia mengungkapkan, “Kemarin memang Bapak Wapres tiba, kunjungan pertama waktu tiba, Wapres langsung menuju ke ujung landasan. Jadi kita berdoa bersama, langsung Jakarta Cengkareng‑Nabire bisa kita wujudkan dalam dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya di Bandara Douw Aturure, 23 April 2026.

Bandara ini kini menjadi titik penting bagi maskapai Batik Air. Meskipun masih harus melewati Ambon atau Makassar, penerbangan ke Nabire sudah terbang. Direktur Produksi Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi, optimistis: “Dengan panjang landasan yang sudah mencapai 2.500 meter, peluang Bandara Douw Aturure untuk membuka penerbangan langsung ke Bandara Soekarno‑Hatta bisa terbuka lebar.” Ia menambahkan, “Mudah‑mudahan Tuhan mengizinkan,” ujarnya.

Selama kunjungan, Wapres meninjau kesiapan bandara dan pengembangan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa inspeksi ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis di kawasan timur Indonesia. “Satu hal yang perlu kita menggarisbawahi lagi bahwa Bandara Douw Aturure ini akan menjadi penghubung maskapai penerbangan atau airlines di wilayah Papua Tengah, memang posisi geografis Nabire yang strategis ini harus kita manfaatkan agar menjadi pintu masuk utama untuk pergerakan orang dan barang,” ujarnya.

Menurut Samuel Ricky Rantelimbong, Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, bandara dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire. Ia menjelaskan fasilitas yang ada: “Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, runway strip, serta fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan bangunan penunjang lainnya,” papar Samuel.

Runway, yang sebelumnya panjangnya 1.600 meter, telah diperpanjang menjadi 2.500 meter, memungkinkan pesawat jenis Boeing untuk mendarat. Namun, pengembangan lanjutan masih diperlukan, terutama terminal penumpang yang saat ini masih berstandar pesawat ATR. Samuel menekankan, “Untuk itu diperlukan pengembangan ke depan seperti pelebaran runway, perluasan apron, pengembangan terminal, pembangunan garbarata, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya,” kata Samuel.

Perluasan fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kapasitas penerbangan, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Bandara Douw Aturure, dengan infrastruktur yang terus berkembang, siap menjadi gerbang utama bagi pergerakan orang dan barang di Papua Tengah.

Dengan panjang landasan 2.500 meter dan rencana pengembangan terminal, Bandara Douw Aturure berada pada posisi strategis untuk membuka penerbangan langsung ke Bandara Soekarno‑Hatta. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat konektivitas di kawasan timur, yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas bagi penduduk lokal.

Bandara Douw AturureWakil Presiden Gibran RakabumingPapua TengahBatik AirRunway 2500 meterKonektivitas TimurPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...