Warga Banyuasin Dua Pekan Krisis Air Bersih
Gambar atau konten salah?
Warga di Kelurahan Kenten Laut dan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin, sudah lebih dari dua pekan tidak mendapatkan pasokan air bersih dari Perumda Tirta Betuah Banyuasin. Akibatnya, mereka terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Air galon dibeli untuk memasak dan minum. Sementara untuk mandi, mencuci, dan keperluan MCK lainnya, warga menggunakan air yang dibeli dalam jeriken. Pengeluaran keluarga pun membengkak.
"Kami beli air dari luar untuk masak dan minum. Untuk mandi juga harus beli air pakai galon dan jerigen. Sudah lebih dari dua minggu seperti ini," ujar Dina, warga Komplek Merah Buri, Kenten Laut, pada Minggu, 12 Juli 2026.
Dina mendapat informasi bahwa gangguan ini disebabkan kebocoran pada jaringan pipa transmisi. Perbaikan masih berlangsung hingga kini. Ia berharap Perumda Tirta Betuah Banyuasin segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.
"Kami berharap perbaikannya segera selesai karena air bersih sangat penting untuk aktivitas sehari-hari," katanya.
Keluhan serupa datang dari Iksan, warga Kenten Laut lainnya. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Banyuasin turun tangan mempercepat penanganan masalah ini.
"Kalau terus mati seperti ini, kami sangat kesulitan karena air adalah kebutuhan utama," ungkapnya.
Direktur Utama Perumda Tirta Betuah Banyuasin, Hendra Gunawan, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Menurutnya, kebocoran pada pipa transmisi di jalur Kenten Laut ditemukan di enam titik. Pasokan air ke pelanggan tidak bisa berjalan normal.
"Saat ini tim masih melakukan perbaikan pada seluruh titik kebocoran. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap proses perbaikan dapat segera selesai sehingga distribusi air kembali normal," ujarnya.
Pihak Perumda bersama pemerintah daerah terus berupaya mempercepat perbaikan. Layanan air bersih diharapkan segera kembali normal untuk warga Kenten Laut dan Talang Keramat.
Air bersih adalah kebutuhan dasar. Tanpa pasokan yang lancar, aktivitas sehari-hari warga terganggu. Mereka berharap perbaikan pipa segera rampung agar tidak terus-terusan membeli air dengan biaya tambahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
