Warga Lamongan Tuntut Rehabilitasi untuk Pria Seberat Jiwa
Gambar atau konten salah?
MF, seorang pria berusia 37 tahun yang diduga mengalami gangguan jiwa, telah hidup sebatang kara di Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan selama bertahun‑tahun tanpa bantuan keluarga maupun fasilitas rehabilitasi pemerintah.
Selama lima tahun terakhir, keberadaan MF semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Ia sering berkeliaran di permukiman, meminta uang, dan terkadang teriak‑teriak sendiri. Banyak warga menganggap perilakunya mengganggu ketertiban lingkungan, namun mereka juga merasakan iba terhadap nasibnya.
“Kasihan sebenarnya, tapi juga bikin takut. Kadang dia teriak‑teriak sendiri, kadang minta uang ke rumah‑rumah,” kata salah satu warga, Isrofil, kepada wartawan pada hari 11 April 2026.
Isrofil menegaskan bahwa warga sudah lama berharap pemerintah daerah dapat menanganinya secara serius. Ia menambahkan, “Kami ingin ada perhatian nyata dari pemerintah. Dia ini sebatang kara, tidak ada keluarga yang mengurus. Harapannya segera direhabilitasi supaya bisa sembuh dan tidak meresahkan warga.”
Menurut Isrofil, penanganan yang ada hingga kini masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar masalah. Ia menilai bahwa MF, yang diduga mengalami depresi berat, membutuhkan perawatan medis jangka panjang. “Kalau hanya dibiarkan di jalan, masalah ini tidak akan selesai,” tegasnya.
Warga berharap dinas terkait segera turun tangan. Mereka mengusulkan agar MF dibawa ke panti rehabilitasi atau rumah sakit jiwa agar mendapatkan penanganan yang layak. Bagi warga Pandanpancur, langkah tersebut tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan.
“Selain demi kemanusiaan bagi sang penderita, langkah ini juga sangat dinantikan demi mengembalikan rasa aman di lingkungan mereka,” pungkas salah satu warga.
Situasi ini menyoroti kebutuhan akan layanan kesehatan mental yang terjangkau dan mudah diakses di daerah pedesaan. Tanpa intervensi yang tepat, kondisi MF berpotensi berlanjut dan menambah beban bagi masyarakat sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun