Waskita Bangun 3 Sekolah Rakyat di Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun
Gambar atau konten salah?
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapat kepercayaan untuk membangun tiga kawasan Sekolah Rakyat di Provinsi Papua. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp1,07 triliun. Proyek ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas dan mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.
Proyek ini dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara Waskita, Adhi, dan PAB. Lokasi pembangunan berada di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor. Target penyelesaian seluruh pekerjaan adalah sekitar 5,5 bulan. Dengan begitu, fasilitas pendidikan ini diharapkan sudah bisa digunakan pada Januari 2027.
Kepercayaan ini menunjukkan peran Waskita Karya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga memperkuat catatan perusahaan sebagai BUMN Konstruksi yang sudah berkontribusi membangun berbagai infrastruktur strategis nasional selama lebih dari 65 tahun.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Papua adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua bukan sekadar menghadirkan infrastruktur pendidikan, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi unggul Indonesia. Kepercayaan yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada Waskita merupakan amanah yang kami jawab melalui kualitas pelaksanaan, inovasi konstruksi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ermy dalam keterangan tertulis pada Selasa, 07 Juli 2026.
Ermy menjelaskan bahwa lokasi proyek di wilayah paling timur Indonesia menghadirkan tantangan logistik tersendiri. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, perusahaan telah menyiapkan strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya secara terintegrasi. Mereka memanfaatkan jalur distribusi melalui Pelabuhan Jayapura, Sarmi, dan Biak.
Lingkup pekerjaan proyek ini meliputi pembangunan berbagai fasilitas. Berikut adalah daftar fasilitas yang akan dibangun:
- Ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA
- Asrama putra dan putri
- Gedung serbaguna
- Rumah susun guru
- Rumah ibadah
- Kantin
- Lapangan
- Berbagai fasilitas pendukung lainnya
Semua sarana ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu.
Waskita memandang pembangunan infrastruktur sosial sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas. Lebih dari itu, proyek ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, menggerakkan rantai pasok daerah, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang mampu menghadirkan solusi infrastruktur berstandar tinggi dan berdaya saing global. Mereka mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, inovasi, dan keberlanjutan. Waskita meyakini bahwa setiap proyek yang dibangun bukan hanya menghasilkan aset fisik, tetapi juga menciptakan fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan daya saing bangsa di masa depan.
Proyek ini menunjukkan bagaimana BUMN konstruksi terus dilibatkan dalam pembangunan di daerah terpencil. Dengan pengalaman mengelola proyek kompleks di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan tantangan geografis beragam, perusahaan optimistis mampu menyelesaikan pembangunan dengan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menkeu Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL
Modi Janji Obat Murah dan Gandum untuk RI
WIKA Tanam Padi Perdana di Merauke
PU Pastikan Perbaikan Jembatan Enang-enang Tetap Berjalan
Subsidi & Kompensasi Semester I 2026 Capai Rp233 Triliun
SIPASTI Anti-Korupsi Diperluas ke Pemda, Target Rilis Agustus 2026
Berita Terbaru
Waskita Bangun 3 Sekolah Rakyat di Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun
Ombudsman Temukan Pelanggaran SPMB di Bandar Lampung
BI: Pelemahan Rupiah 1,4% Masih Lebih Baik dari Negara Lain
Pengontrak Bantah Minta Rp60 Juta, Konflik Rumah Surabaya Makin Panas
Spanyol ke Perempatfinal, Rodri Akui Belum Maksimal
Indonesia Kirim Tiga Tim ke FIBA 3x3 Batam Stop 2026
Menkeu Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL
Garcia: Kontroversi Balogun Tak Pengaruhi Belgia
