Wayang Kulit dalam Ibadah Sabtu Sunyi Paskah, Yogyakarta

Maya K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
Wayang Kulit dalam Ibadah Sabtu Sunyi Paskah, Yogyakarta

Gambar atau konten salah?

Ibadah Sabtu Sunyi pada 04 April 2026 di Gereja Kristen Jawa Gondokusuman Yogyakarta menampilkan sesuatu yang tidak biasa. Tema ibadah, Berharap Dalam Diam, dipadukan dengan pertunjukan wayang kulit yang menambah nuansa budaya lokal.

Jemaat datang memakai pakaian berwarna hitam, warna yang sudah lama menjadi simbol kesedihan dan peringatan kematian Yesus. Setelah dipimpin oleh Pendeta Siswadi, seorang dalang muncul dengan kostum adat gagrak Yogyakarta. Ia berjalan perlahan membawa tiga wayang, satu wayang gunungan, dan dua wayang yang menampilkan simbol salib.

Suara gamelan minimalis mengisi ruang, dengan alat seperti gender, slenthem, dan rebab. Musik dimainkan oleh Welly Hendratmoko, Dwi Aryanto, dan Deleva Vaprillaresia. Pemandangan ini berbeda jauh dari ibadah Sabtu biasa di gereja tersebut.

Selanjutnya, Ki Bayu Aji Nugraha mengajak jemaat masuk ke dalam ibadah melalui lantunan syair tembang. Ia juga memimpin narasi liturgi hukum kasih, teduh, dan penutupan dengan gaya pedalangan berbahasan. Meskipun musik pengiring malam itu modern, dipersembahkan oleh Tim Obaja GKJ Gondokusuman, kehadiran wayang menambah sentuhan artistik.

Penampilan wayang Ki Bayu Aji Nugraha menjadi sorotan utama. Ia tidak hanya menampilkan wayang di balik kelir, melainkan berjalan di sekitar jemaat, menampilkan wayang bergambar Yesus di tengah dua wayang salib. Narasi hukum kasih dibacakan dalam bahasa Jawa, menggunakan gaya suluk pedalangan.

Acara ini juga disiarkan secara live streaming di kanal YouTube gereja. Penayangan tersebut memungkinkan lebih banyak orang mengikuti ibadah dari jarak jauh, memperluas jangkauan pesan Paskah.

Inovasi ini menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi ruang kreatif yang memadukan budaya Jawa dengan budaya modern. Ibadah Sabtu Sunyi yang eksperimental ini menegaskan bahwa refleksi ibadah tetap terjaga meski disajikan dengan cara yang berbeda.

Penampilan wayang Ki Bayu Aji Nugraha juga menjadi bahasa lain tentang makna refleksi beribadah dalam menyambut Paskah. Dengan cara ini, gereja menjadi tempat bertemunya elemen budaya Jawa tanpa menghilangkan esensi ibadah.

Peristiwa ini menambah warna dalam peringatan Paskah di Yogyakarta, menunjukkan bahwa tradisi dapat berkembang sambil tetap menghormati nilai-nilai spiritual yang mendasari.

Ibadah Sabtu SunyiWayang KulitGereja Kristen Jawa GondokusumanPaskahYogyakartaLive StreamingBudaya Jawa

Komentar

Memuat komentar...