WIKA Target Buka Perdagangan Saham Q2 2026 Restruktur Utang
Gambar atau konten salah?
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan pembukaan kembali 'gembok' perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada semester II 2026.
Pada 1 Februari 2025, BEI menggembok atau menangguhkan perdagangan saham WIKA karena perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran obligasi dan sukuk.
"Target kami sih di semester II mestinya itu sudah dibuka," ujar Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito saat ditemui di Jakarta Utara, Senin 6 April 2026.
Agung mengakui pada tahun lalu, Perseroan menghadapi tekanan yang cukup berat. Oleh karena itu perusahaan lebih memprioritaskan keberlangsungan operasional.
Setelah dinilai membaik, Perseroan kemudian melakukan restrukturisasi utang, baik dengan perbankan maupun pemegang obligasi dan sukuk pada semester I 2026.
Dengan begitu, Agung bilang pada semester II 2026 perseroan akan mulai fokus menjalankan kewajiban pembayaran sesuai hasil perjanjian restrukturisasi.
"Mestinya setelah itu kita di semester II sudah mulai fokus untuk membayar kewajiban sesuai dengan hasil perjanjian di semester I," katanya.
"Itu bisa dibuktikan kenapa kita fokus ke kenapa kita fokus ke operasional dulu, kita bisa buktikan bagaimana progres HBR II yang Alhamdulillah tidak terhambat ya dengan proyek sebesar ini kita juga bisa melaksanakan apa namanya proyek ini dengan baik," sambungnya.
Agung menambahkan, Perseroan juga mencatat adanya perbaikan kondisi keuangan, di mana sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan utang sekitar Rp 3 triliun serta meningkatkan kemampuan arus kas dibandingkan periode sebelumnya.
"Artinya sebenarnya secara kemampuan cash‑free cash sebenarnya lebih baik dibanding sebelumnya. Bahkan di tahun 2025 kita juga malah penurunan hutang cukup signifikan juga sampai Rp 3 triliun di tahun 2025," kata Agung.
Dengan langkah restrukturisasi dan fokus pada operasional, WIKA berharap kondisi keuangan yang lebih kuat dapat mendukung pembukaan kembali perdagangan saham pada semester kedua 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
