Woody Es Krim Depok Kembali Buka, Kenangan 80‑90 Tercairkan
Gambar atau konten salah?
Woody Super Ice Cream, merek es krim yang dulu menjadi ikon di Depok, kini kembali beroperasi setelah lama tutup akibat pandemi Covid‑19. Bagi warga Depok, khususnya yang tumbuh pada era 80‑90, nama Woody sudah tidak asing. Pabrik es krim ini berada di Cilodong, di antara Jalan Raya Bogor di Depok, Jawa Barat.
Reopening Woody bukan sekadar membuka gerai es krim. Pabrik ini ingin menghidupkan kembali ruang kenangan bagi warga yang merindukan masa muda mereka. 21 Maret 2026 menjadi hari raya Idulfitri ketika Woody resmi membuka pintunya kembali.
Keputusan tersebut didorong oleh antusiasme warga di media sosial. Fredi, salah satu anggota tim Entertain Woody sejak 2007, mengungkapkan bahwa komentar di TikTok menjadi katalis utama. “Karena antusias warga sekitar. Ada yang tanya, kapan buka lagi? Didorong di media sosial tuh, ada artis yang me-review juga. Makin ramai, akhirnya pada beli lewat pagar. Dari situ, kami putuskan untuk buka lagi,” ujar Fredi kepada detikTravel di lokasi Rabu, 25 Maret 2026.
Walaupun masih dalam tahap awal eksplorasi, taman ini dipadati oleh kerumunan pengunjung yang antusias. Sebagian besar adalah keluarga yang ingin menghidupkan kembali kenangan indah masa lalu. Di tengah persaingan yang ketat di antara merek es krim modern, Woody tampak mulai terlupakan.
Secara historis, es krim ini erat kaitannya dengan pedagang kaki lima yang mengandalkan sepeda antik, sepeda motor, atau kotak pendingin tradisional “bunga es”. Namun, pendekatan bisnis pabrik ini didasarkan pada prinsip sederhana. Fredi mencatat bahwa pemiliknya secara konsisten enggan menginvestasikan miliaran rupiah untuk iklan televisi, berbeda dengan pesaingnya yang lebih besar. “Bosnya berpikir gini, ‘Daripada gue ngiklan satu menit bayar miliaran, mending uangnya buat gue beli mesin.’ Makanya kita kalah saing di pasar modern dan lebih memilih jalur UMKM, warung-warung, dan penjual keliling,” kata Fredi.
Selain es krim yang lezat, daya tarik utama Woody adalah taman bermain gratisnya. Terdapat ayunan, jungkat‑jungkit, dan rangka panjat berbentuk setengah lingkaran. Instalasi ini asli dari era 1980‑an menurut staf, namun kini telah diperbarui dengan lapisan cat baru. Banyak pengunjung dewasa, yang sebelumnya datang bersama kakek‑nenek atau orang tua mereka, kini kembali untuk berbagi pengalaman tersebut dengan anak‑anak mereka sendiri.
Manajemen juga menyesuaikan diri dengan tuntutan keluarga modern. Mengingat banyak ibu yang mendampingi balita, area kantin kini menyediakan popok dan pembalut untuk kenyamanan. Operasional Woody diatur sebagai berikut:
- Jadwal buka: setiap hari (mulai beroperasi kembali sejak 21 Maret 2025)
- Jam operasional: 09.00 – 16.00 WIB
- Harga tiket masuk: gratis (termasuk main sepuasnya di taman)
- Biaya parkir: seikhlasnya
- Harga es krim: sangat terjangkau, mulai dari Rp 8.000 (Vita Fruit), Rp 10.000 (Cup/Vita Milk Lapis Coklat), hingga Rp 15.000 (Super Cone)
Woody Super Ice Cream kembali hadir sebagai tempat nostalgia sekaligus hiburan murah meriah bagi keluarga akhir pekan. Dengan fokus pada pengalaman pelanggan dan nilai historis, Woody menegaskan bahwa keberlanjutan lebih didorong oleh hubungan komunitas daripada iklan besar. Keberhasilan ini menegaskan bahwa bisnis kecil dapat bersaing di pasar modern dengan tetap menjaga identitas dan nilai lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
