Working Memory Terbatas, Kenapa Kita Lupa di Ruangan

Andi B. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
Working Memory Terbatas, Kenapa Kita Lupa di Ruangan

Gambar atau konten salah?

Masuk ke sebuah ruangan, tiba‑tiba lupa apa yang hendak dilakukan. Fenomena ini ternyata punya dasar ilmiah.

Secara umum, memori terbagi menjadi memori jangka panjang dan working memory atau memori kerja. Kapasitas working memory sangat terbatas. Para psikolog memperkirakan manusia hanya dapat menampung sekitar 4-7 potongan informasi—huruf, angka, kata, atau frasa—saat bersamaan.

"Alih‑alih menyadari semua 'potongan' itu secara bersamaan, otak terus melompat dari satu ide ke ide lainnya. Akibatnya, salah satu ide lebih mudah 'hilang di tengah keramaian'", kata profesor neuroscience MIT, Earl K Miller.

Otak secara cepat menghapus hal-hal yang dianggap tidak penting dari working memory untuk memberi ruang bagi informasi baru. Jadi, jika tidak disimpan ke memori jangka panjang, ingatan itu segera hilang dari kesadaran.

Miller menegaskan bahwa otak secara umum tidak dapat melakukan multitasking. Otak harus 'menyulap' berbagai pikiran saat working memory berpindah‑pindah. Proses ini memerlukan usaha sadar dan perhatian, yang diatur oleh korteks prefrontal, bagian otak yang berperan dalam pembelajaran kompleks, pengambilan keputusan, dan penalaran.

"Otak menjatuhkan salah satu 'bola' yang sedang disulap, dan itulah kenapa kita jadi lupa," tambah Miller.

Penjelasan ini menyoroti keterbatasan memori kerja dan bagaimana otak mengelola informasi. Pada 30 April 2026, pemahaman tentang proses ini dapat membantu kita mengoptimalkan cara belajar dan mengingat.

memori kerjakapasitas working memorymultitaskingkorteks prefrontalpenghapusan informasipengelolaan memoripenalaran

Komentar

Memuat komentar...