Wuling Darion: Pajak Besar PHEV, EV Bebas Biaya, Hemat
Gambar atau konten salah?
Wuling Darion hadir sebagai MPV pintu geser yang menawarkan dua tipe tenaga: EV dan PHEV. Masing‑masing tipe ini juga dibagi menjadi dua varian, CE dan EX, sehingga konsumen punya pilihan lebih banyak.
Harga Wuling Darion EV mulai dari Rp 399 juta hingga Rp 459 juta. Sedangkan Wuling Darion PHEV berada di kisaran Rp 449 juta sampai Rp 499 juta. Dengan harga seperti itu, tak sedikit yang bertanya tentang berapa pajak tahunan yang harus dibayar.
Untuk EV, pajak tahunan sudah digratiskan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, baru saja mengeluarkan Surat Edaran Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang Pemberian Insentif Fiskal bagi kendaraan listrik berbasis baterai. Sejak diterbitkannya SE tersebut, pemilik Wuling Darion EV hanya perlu membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143 ribu per tahun.
Di sisi lain, PHEV dikenai pajak sesuai tarif yang berlaku. Pajak dihitung dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang kemudian menghasilkan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB). Berikut contoh perhitungan pajak untuk dua varian PHEV pada tahun 2026.
CE:
- NJKB: Rp 247 juta
- DP PKB: Rp 259,35 juta
- PKB (DP PKB × 2%): Rp 5,187 juta
- Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ = Rp 5,33 juta
EX:
- NJKB: Rp 274 juta
- DP PKB: Rp 287,7 juta
- PKB (DP PKB × 2%): Rp 5,754 juta
- Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ = Rp 5,897 juta
Perhitungan di atas menunjukkan bahwa pajak tahunan untuk Wuling Darion PHEV CE adalah Rp 5,33 juta, sedangkan untuk EX mencapai Rp 5,897 juta. Perbedaan ini disebabkan oleh nilai jual kendaraan yang lebih tinggi pada varian EX.
Dengan adanya kebijakan pembebasan pajak untuk kendaraan listrik, pemilik Wuling Darion EV dapat menikmati biaya tahunan yang jauh lebih rendah dibandingkan pemilik PHEV. Kebijakan ini diharapkan mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Secara keseluruhan, Wuling Darion menawarkan dua opsi tenaga dengan harga kompetitif. Namun, bagi yang memprioritaskan penghematan pajak, EV menjadi pilihan yang lebih menguntungkan, sementara PHEV tetap menarik bagi mereka yang membutuhkan fleksibilitas antara listrik dan bahan bakar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
