XLSmart Target Integrasi Jaringan Selesai Akhir 2026
Gambar atau konten salah?
Operator seluler hasil peleburan XL Axiata dan Smartfren, yang kini bernama XLSmart, sedang menyelesaikan penggabungan jaringan di seluruh Indonesia. Proses ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
Saat ini, integrasi jaringan tersebut telah mencapai sekitar 80%. Merza Fachys, Director & Chief Regulatory Officer, menyebutkan bahwa menyatukan jaringan di seluruh negeri adalah salah satu tugas terbesar setelah kedua perusahaan ini bergabung.
Merza menjelaskan bahwa perusahaan menggabungkan total sekitar 65 ribu titik jaringan (site). Angka ini merupakan akumulasi dari sekitar 45 ribu site milik XL dan 20 ribu site milik Smartfren. Proses penyatuan ini dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
Target penyelesaian integrasi jaringan ditetapkan pada akhir 2026. Sementara itu, penyelesaian seluruh proses penggabungan perusahaan secara menyeluruh ditargetkan rampung pada tahun 2027. Merza berharap pada tahun 2027 perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan lain setelah semua transisi selesai.
Proses merger ini telah berjalan sekitar 11 bulan. Merza menyebutkan bahwa bulan depan akan menandai satu tahun sejak penggabungan tersebut terjadi.
Selain kemajuan integrasi jaringan, Merza menyatakan bahwa hampir semua target kinerja perusahaan pada akhir tahun 2025 telah tercapai, bahkan ada yang terlampaui. Perusahaan juga mencatat manfaat sinergi dari merger senilai sekitar USD 250 juta, atau setara Rp3,5 hingga Rp4 triliun, hanya dalam tahun pertama operasional gabungan.
Manfaat sinergi ini, menurut Merza, diakui tidak hanya oleh internal perusahaan tetapi juga oleh para pemegang saham ketika membandingkannya dengan merger perusahaan telekomunikasi lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.
XLSmart juga melaporkan pertumbuhan bisnis. Pendapatan dan Average Revenue Per User (ARPU) meningkat sekitar 23% dibandingkan sebelumnya. Meskipun ada peningkatan, Merza menilai ARPU industri telekomunikasi di Indonesia masih relatif rendah. Sebelumnya, ARPU industri sempat di bawah Rp39 ribu, namun kini menunjukkan tren kenaikan.
Saat ini, XLSmart melayani sekitar 73 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta pelanggan sudah menikmati layanan 5G.
Merza menekankan pentingnya investasi berkelanjutan bagi operator seluler. Sebagai perusahaan teknologi, mereka harus terus berinvestasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi jaringan yang selalu berubah setiap tahun. Untuk memastikan kemampuan reinvestasi ini, perusahaan harus memiliki EBITDA yang sehat.
Integrasi jaringan antara XL Axiata dan Smartfren mencapai 80% dan ditargetkan selesai akhir 2026. Perusahaan mencatat manfaat sinergi USD 250 juta pada tahun pertama. XLSmart kini memiliki 73 juta pelanggan dan terus berinvestasi mengikuti perkembangan teknologi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Telkomsel dan SiCepat Luncurkan Paket Data Khusus Kurir
XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026, Digital di Indonesia
Telkomsel Perluas Jaringan 5G ke 107 Kota, 2026 Lebih Cepat
Puskesmas Ohoiel Raih Penghargaan Digitalisasi Layanan Kesehatan
SMA N1 Bintan Pesisir Unggul Jadi Sekolah Teladan Digital
Pos Marinir Pulau Fanildo Pemenang Konektivitas Digital 2026
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
