Yadnya Kasada 2026: Penutupan Luhur Poten untuk Jaga Khusyuk
Gambar atau konten salah?
Yadnya Kasada 2026 merupakan upacara adat bagi suku Tengger. Upacara ini dilaksanakan di Pura Luhur Poten yang terletak di lautan pasir. Selain agenda pengukuhan pandita dari Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, evaluasi pengaturan wisatawan saat prosesi Kasada juga menjadi sorotan utama.
Sunaryono, Kepala Desa Ngadisari, menyampaikan bahwa penutupan kawasan pura saat ritual Yadnya Kasada 2026 dilakukan demi menjaga kekhusyukan umat dalam menjalankan upacara adat di Pura Luhur Poten di lautan pasir.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, membludaknya wisatawan justru mengganggu jalannya ritual. Selain kemacetan menuju lokasi upacara, masyarakat adat juga kesulitan menjalankan prosesi tepat waktu. Jam satu malam kami sudah harus berangkat, tetapi karena padatnya wisatawan dan kemacetan, kadang sampai lokasi sudah kesiangan. Akhirnya pelaksanaan upacara menjadi terlambat dan tidak bisa khusyuk, ujar Sunaryono, saat dihubungi, Kamis 28 Mei 2026.
Meskipun demikian, pihaknya menilai penutupan total kawasan pura sebenarnya tidak harus dilakukan apabila ada kerja sama dan pengaturan yang baik antara seluruh pihak, termasuk tokoh adat, dukun Tengger, pemerintah daerah, dan pelaku wisata. Ia menyebut banyak masyarakat yang merindukan suasana Kasada seperti dulu, yang ramai namun tetap tertib dan menjadi magnet wisata budaya bagi pengunjung.
Ke depan mungkin bisa dibuka kembali untuk umum, tetapi tetap dengan aturan yang jelas. Misalnya pengunjung dibatasi dengan radius tertentu dari lokasi upacara, katanya. Selain itu, pihak masyarakat adat juga mengusulkan agar area kawah steril dari wisatawan saat prosesi larung berlangsung. Setelah warga adat selesai turun dari kawah, barulah wisatawan diperbolehkan naik. Rencana tersebut, lanjutnya, masih akan dimusyawarahkan bersama masyarakat adat Tengger dan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan ritual adat tetap sakral tanpa mengabaikan aktivitas pariwisata di kawasan Gunung Bromo.
Pelaksanaan Yadnya Kasada sendiri berlangsung hingga tanggal 1 Juni 2026, sementara penutupan kawasan dilakukan sampai tanggal 2 Juni 2026, guna proses bersih-bersih di area Bromo setelah rangkaian acara adat selesai.
Kasada adalah acara adat, sehingga aspirasi masyarakat adat Tengger akan menjadi perhatian utama dalam penyesuaian dengan aktivitas wisata, pungkasnya.
Kasada tetap menjadi simbol budaya Tengger, dan upaya menjaga keseimbangan antara keagamaan dan pariwisata menunjukkan komitmen masyarakat untuk melestarikan tradisi sambil tetap terbuka bagi pengunjung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Lontarkan Lava Pijar 1,5 Kilometer
Viral! Jual Cilok Demi Mandiri, Mertua Akhirnya Luluh
Viral Jual Cilok, Rumah Mewah dan Omzet Rp500 Ribu Sehari
Razia Cegah HIV, Satpol PP Amankan 75 LC di Eks Tol
Cuaca Surabaya Cerah, Suhu Capai 33 Derajat Celcius
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juli 2026 Lengkap
Berita Terbaru
Delegasi Qatar dan Saudi Hadiri Pemakaman Khamenei
Malioboro Full Pedestrian Mulai November 2026
Bali Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Program Makan Bergizi Gratis
Jembatan Sukamenak Dibuka Kembali, Gubernur Mediasi
Qantas Buka Rute Langsung Sydney-London 2027
Apple Siapkan 10 Juta Unit iPhone Lipat, Target Produksi 2026 Tembus 220 Juta
Transmart Diskon Sepeda 60%+20%, Hemat Rp 459 Ribu
Cara Mudah Bedakan Anak Kucing Jantan dan Betina
