Yen Jepang Melonjak, Dolar AS Jatuh 3% di Pasar Valuta
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar yen Jepang mengalami lonjakan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini diperkirakan terjadi setelah otoritas Jepang melakukan intervensi pembelian besar di pasar valuta asing.
Menurut data Reuters, pada Jumat, 01 Mei 2026 dolar AS melemah 0,66 % menjadi 155,60 yen per dolar, turun dari 157,12 yen sebelumnya. Sementara itu, Kamis lalu, Kamis, 30 April 2026, intervensi Jepang membuat dolar AS jatuh 3 % ke 155,5 yen, mencatat penurunan harian paling drastis sejak akhir tahun lalu.
Sejauh ini, belum jelas apa bentuk intervensi yang dilakukan Jepang maupun faktor yang membuat pergerakan mata uang tersebut begitu kuat. Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan komentar resmi.
Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Jepang, Atsushi Mimura, mengatakan spekulasi mata uang masih merajalela. Ia menegaskan bahwa nilai yen sempat turun 5 % hanya dalam tiga bulan terakhir. Mimura juga memberi peringatan tegas bahwa pejabat siap turun tangan kembali di pasar setelah intervensi sebelumnya.
“Likuiditas tipis dan orang‑orang merasa cemas setelah kejadian kemarin sehingga ada kerentanan terhadap volatilitas pada dolar/yen,” kata Jeremy Stretch, kepala strategi di CIBC Capital Markets. Ia menambahkan, “Setiap kali kita melihat pergerakan signifikan pada yen, akan muncul pertanyaan tentang apa yang mendorong hal ini mengingat peringatan yang telah kita terima.”
Pergerakan ini menyoroti sensitivitas pasar terhadap intervensi pemerintah dan ketidakpastian ekonomi global. Dinamika nilai tukar yen tetap menjadi indikator penting bagi pelaku pasar yang memperhatikan kebijakan moneter Jepang dan kondisi ekonomi internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
