YouTuber AM & RA Diduga Pakai Whip Pink, Polri Telusuri

Ika P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
YouTuber AM & RA Diduga Pakai Whip Pink, Polri Telusuri

Gambar atau konten salah?

Warganet kembali berdebat ketika beberapa YouTuber, yang dikenal dengan inisial AM dan RA, dikabarkan memakai whip pink—gas nitrous oxide (N₂O) yang sering dipanggil “whippets.”

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, mengungkapkan bahwa asisten pribadi RA, CD, sedang diperiksa karena pembelian gas nitrous oxide merek Whip Pink. CD mengaku telah membeli produk tersebut pada akhir 2025 sampai awal 2026. Menurut laporan, CD membeli whip pink dalam ukuran 640 gram dan 950 gram.

Dalam pengakuannya, CD menyatakan bahwa ia menggunakan whip pink bersama pegawai dan teman-temannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang praktik penyalahgunaan gas ini di kalangan selebriti.

Produk whip pink dipasarkan secara resmi sebagai kebutuhan kuliner. Situs resminya menjelaskan bahwa gas ini digunakan untuk membuat whipped cream, minuman berbuih, dan berbagai kreasi makanan berbasis nitrous oxide. Dalam dunia kuliner modern, dispenser whipped cream dan gas nitrous oxide semakin populer karena kemudahan dalam menghasilkan krim lembut dan minuman berbuih.

Namun, di sisi lain, muncul tren penyalahgunaan nitrous oxide yang dikenal sebagai whippets. Gas ini dihirup untuk merasakan efek mabuk singkat, mirip dengan “laughing gas” atau gas tawa. Biasanya, alat dapur berupa tabung silinder dengan nosel—dispenser whipped cream—dimodifikasi dengan menambahkan balon di ujungnya, sehingga gas dapat dihirup. Beberapa produsen bahkan membuat tabung kecil portabel lengkap dengan alat pemecah atau cracker.

Praktik ini sangat berbahaya. Gas yang keluar dapat menyebabkan luka dingin atau cold burn pada kulit hingga saluran napas. Menurut WebMD, dalam penyalahgunaan, gas nitrous oxide tidak dipakai untuk memasak, melainkan dihirup langsung dari balon atau tabung yang dilengkapi cracker. Beberapa pengguna menutup wajah dengan plastik atau masker untuk memperbesar efek.

Efek “high” dari whippets sangat singkat, hanya berlangsung beberapa menit. Karena itu, banyak pengguna menghirupnya berulang kali dalam waktu singkat untuk mempertahankan sensasi mabuk. Efek yang dirasakan meliputi:

  • Perasaan senang dan euforia
  • Rasa melayang atau terpisah dari tubuh
  • Berkurangnya rasa sakit dan kepekaan indra
  • Halusinasi visual dan suara, terutama bila dicampur zat lain

Efek jangka pendek seringkali berupa pusing, lemas, kesemutan, gangguan keseimbangan, bicara pelan, mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, dan detak jantung tidak teratur. Efek paling sering terjadi adalah jatuh dan pingsan karena kekurangan oksigen.

Penggunaan whip pink untuk rekreasional atau memabukkan jelas ilegal. Penyalahgunaan jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan otak, hati, ginjal, gangguan pendengaran, kekurangan vitamin B12 berat, gangguan sumsum tulang, hilangnya koordinasi tubuh, gangguan irama jantung dan tekanan darah, masalah kandung kemih dan usus, serta depresi, psikosis, dan gangguan mental lainnya. Pada ibu hamil, penggunaan whippets dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap distribusi gas nitrous oxide. Meskipun produk ini memiliki aplikasi kuliner yang sah, potensi penyalahgunaan tetap menjadi risiko serius bagi kesehatan masyarakat.

gas nitrous oxidewhippetswhip pinkPenyalahgunaan narkobaKesehatan masyarakatPolriYouTuber

Komentar

Memuat komentar...