YS, ND Ditangkap Polisi Syariah Banda Aceh, Tanpa Pihak
Gambar atau konten salah?
YS dan ND ditangkap polisi syariah Kota Banda Aceh pada 24 Mei 2026 dinihari. Mereka berada di kamar hotel ketika tim terpadu melakukan razia.
YS dikenal sebagai orang dekat salah satu pimpinan DPR Aceh. Hubungan ini tidak mempengaruhi tindakan polisi, yang menegakkan hukum tanpa pandang latar belakang.
Setelah diamankan, kedua pria dibawa ke kantor polisi syariah di kompleks Balai Kota untuk pemeriksaan. Penyelidikan segera dilanjutkan.
Hasil pemeriksaan menempatkan YS dan ND sebagai tersangka. Penyidik menggelar perkara dan memeriksa bukti di tempat kejadian.
Pasangan ini diduga melanggar Pasal 23 ayat 1 tentang Khalwat dan Pasal 15 tentang Ikhtilat Qanun Jinayah. Keduanya tidak berstatus suami istri.
“YS dan ND sudah tersangka dan kita lakukan penahanan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kasatpol PP-Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariah) Kota Banda Aceh M Rizal kepada wartawan pada 5 Juni 2026.
Menurutnya, keluarga dan rekan kerja tersangka mengajukan penangguhan penahanan. Setelah syarat terpenuhi, penyidik mengabulkan permohonan tersebut dan keduanya dikeluarkan dari tahanan.
Penyidik mewajibkan penjamin menghadirkan kembali tersangka bila diperlukan. Surat panggilan pertama dikirim, namun YS dan ND tidak hadir di kantor polisi syariah.
Setelah pencarian, penyidik memanggil kedua tersangka lewat panggilan kedua. Keduanya akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada dinihari tadi.
“Keduanya sedang kita periksa dan status penangguhan penahanan telah gugur. Keduanya akan kita tahan selama 20 hari ke depan,” jelas M Rizal.
Ia menambahkan bahwa penyidik sedang memproses berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan. “Kita memproses semua pelanggar syariat tanpa melihat latar belakangnya,” ujarnya.
Kasus ini menegaskan bahwa penegakan hukum syariah di Banda Aceh tidak memihak. Penahanan dan proses hukum berlangsung sesuai prosedur, tanpa memandang hubungan sosial tersangka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
