Zulhas Tinjau Pelabuhan Gresik Jaga Stabilitas Pangan
Gambar atau konten salah?
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, melakukan kunjungan ke Dermaga Petrokimia Gresik. Tujuannya? Memastikan distribusi pangan dan logistik berjalan lancar. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perekonomian nasional.
Di sela-sela kunjungan kerjanya di Dermaga TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Zulhas menekankan satu hal. Efisiensi dan kecepatan bongkar muat di pelabuhan sangat penting. Menurutnya, hal ini berkaitan langsung dengan stabilitas harga pangan di tingkat nasional.
"Kalau pengiriman bahan untuk pupuk lancar, pupuk bisa diproduksi lebih cepat. Artinya ketika pupuk bisa diproduksi cepat, petani tidak akan kekurangan pupuk. Sehingga bahan pangan akan mengalami peningkatan," kata Zulhas pada Rabu, 15 Juli 2026.
Zulhas juga mengingatkan soal inflasi. Kelancaran arus logistik di pelabuhan, katanya, punya hubungan langsung dengan pengendalian inflasi. Baik di daerah maupun nasional. Pelabuhan dan pangan, menurutnya, adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan.
"Pelabuhan itu sangat menentukan. Terlambat kirim, harga bisa naik, inflasi bisa tinggi. Jadi pangan dengan pelabuhan itu satu hal yang tidak bisa dipisahkan," tambahnya.
Kunjungan ini tidak hanya soal logistik pangan. Ada juga agenda lain: meninjau penerapan program ASRI. ASRI adalah singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini dirancang agar setiap sektor bisa mengelola lingkungannya sendiri. Sampah harus dituntaskan langsung dari sumbernya.
"ASRI itu nanti, pelabuhan harus selesai (masalah sampahnya) di pelabuhan. Kalau terminal harus selesai di terminal. Di kantor, sampah harus selesai di kantor itu. Sekolah harus selesai di sekolah, dan di rumah tangga harus kita selesaikan di rumah tangga. Baru kita bisa mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah. Ini adalah kerja panjang kita bersama," jelas Zulhas.
Ke depan, Zulhas mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong gerakan ASRI. Tidak hanya di sektor transportasi laut. Tapi juga di seluruh simpul transportasi darat dan udara. Ini semua untuk mendukung program prioritas Presiden.
"Gerakan ASRI ini juga merupakan salah satu program Presiden agar bisa diterapkan di setiap sektor," pungkasnya.
Kunjungan ini menunjukkan bagaimana pemerintah melihat hubungan erat antara kelancaran pelabuhan, distribusi pupuk, produksi pangan, dan pengendalian inflasi. Semuanya saling terkait dalam satu rantai yang panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
