15 Puisi Ringkas Kartini, Siap Lomba Hari Kartini 21 April
Gambar atau konten salah?
Hari Kartini selalu diisi dengan berbagai kegiatan menarik untuk mengenang jasa pejuang emansipasi wanita itu. Lomba pidato, fashion show kebaya, hingga lomba baca puisi menjadi cara yang populer untuk mengingat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Lomba baca puisi untuk anak‑anak di Hari Kartini selalu jadi ajang yang seru dan sangat mendidik. Namun, akan sedikit kesulitan jika puisi yang digunakan terlalu panjang, atau diksinya kurang familiar dengan usianya. Oleh karena itu, puisi yang singkat dengan bahasa sederhana menjadi pilihan yang tepat agar mudah dihafal sebelum lomba nanti.
Berikut ini kumpulan puisi tentang Kartini yang cocok untuk lomba, sebab baitnya pendek, singkat, dan mudah dihafal. Simak puisinya baik‑baik ya!
Puisi tentang Kartini umumnya berisi ungkapan perjuangan, semangat belajar, hingga harapan perempuan Indonesia di masa kini. Tanpa menghilangkan makna tersebut, puisi bisa dikemas dengan singkat dan sederhana. Jadi, tidak hanya mudah dihafal, tetapi maknanya tersampaikan.
Diambil dari buku Puisi untuk Ibu Kartini: Puisi Pilihan Even 2nd Anniversary Paper Ink oleh Clarisa dan kawan‑kawan dan Antologi Puisi Jejak Langkah Kartini oleh Naela Qorry Aena dan kawan‑kawan, berikut 15 puisi tentang Kartini yang singkat dan mudah dihafal.
1. Kartini Modern – Avif Saputra
Hadirmu dalam hatiku
Membangunkan semangat untuk terus maju
Mengobarkan semangat yang tak akan luluh
Dan terus menghadirkan kartini‑kartini modern yang baru…
Lihat kartini‑kartinimu…
Yang sedang berjuang dalam semangatmu
Walau kau tiada
Semangatmu yang membara
Akan selalu berkobar di hari para wanita Indonesia
Yang akan membawa namamu ketika keberhasilan menyapa
Ingin aku merasakan kehadiranmu
Ingin aku melihat semangat yang sesungguhnya darimu
Sangat disayangkan aku tak bisa melihat perjuanganmu secara langsung
Hanya bisa mendengar dari mulu mereka sedikit tentangmu
Namun, itu tak memadamkan kobaran semangatku untuk membangun Indonesia menjadi maju
Dan aku akan tetap mengobarkan semangatmu
Di dalam hatiku yang tetap utuh.
2. Jangan mengaku Kartini – Dean Perdana
Mereka berkata “Ibu kita Kartini.”
Siapa kalian, yang berani berkata seperti itu
Jangan mengaku kalian ibu kita Kartini
Yang bersaksi kepada Nusantara yang tak berdosa itu
Mereka berlantang “Ibu kita Kartini.”
Siapa kalian, yang sengaja menjadi ibu kita Kartini
Jangan sekali‑kali menjadi ibu kita Kartini
Filosofi Nusantara saja tak mengerti
Mereka berikrar “Ibu kita Kartini.”
Siapa kalian, yang sengaja berkata seenaknya
Masih saja membuang sampah di sungai
Tidak pantaslah mengaku ibu kita Kartini
Masih saja tidak cinta tanah air sendiri
Tidak pantaslah berikrar ibu kita kartini.
3. Perjuangan Ibu Kartini – Lasmaria Sihotang
Kau korbankan jiwa ragamu
Hidup dan matimu
Hanya untuk emansipasi Wanita
Usaha semangatmu tidak pernah padam
Meski banyak rintangan yang datang silih berganti
Ibu Kartini…
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Karnamu kami mendapat kehormatan di negeri ini
Ibu Kartini…
Lihatlah kami para kartini‑kartini
Yang kau tinggalkan
Kami berjanji kami akan berjuang
Untuk memajukan negeri ini.
4. R.A. Kartini – Ahmad Maulana
Engkau adalah puteri yang berjiwa pahlawan
Rela mengorbankan jiwa, serta ragamu
Tak gentar melawan takdirmu
Untuk memajukan negara ini
Engkau adalah sosok srikandi
Yang rela mengorbankan harta, dan bendamu
Tidak pernah merasa letih dalam
Memperjuangkan negara ini
Engkau adalah pahlawan dari kaummu
Cita‑citamu amatlah mulia
Demi mewujudkan tunas bangsa
Kebanggaan agama serta negara.
5. Kasih Lembut Ibu Pertiwi – Afiffia Wiraninda
Kartini…
Siapa yang tak mengenalmu, wahai Kartini.
Wanita yang Tangguh, Wanita yang tak pernah merasa takut
Untuk melawan kejinya dunia ini.
Lembut kasihmu
Ramah tutur katamu
Membuat dunia ini menangis bersimbah darah atas kepergianmu.
Kau adalah wanita terhebat bagiku
Kau adalah ibu dari milyaran wanita di dunia ini
Kau mampu mempertaruhkan nyawamu demi negri ini
Demi wanita Indonesia
Juga demi bangsa Indonesia.
Terima kasih Kartini.
6. Sang Pioner Emansipasi Wanita – Dessy Kurniawati
Ibu Kartini
Sang pioneer emansipasi wanita
Sosokmu tak lekang oleh waktu
Dan akan tetap abadi selamanya
Semangat dan perjuanganmu
Melahirkan Kartini muda
Dengan segudang karya
Demi Indonesia tercinta
Meskipun kini kau telah berada di pusara
Semangatmu
Karya‑karyamu
Akan terkenang abadi dalam sanubari wanita Indonesia.
Terima kasih Ibu kartini
Doa kami akan selalu bersamamu.
7. Ibu Kartini – Debyora Gristanta Charista Putri
Ibu Kartini bunga bangsa
Harum namamu sepanjang alam semesta
Meski kini engkau telah tiada
Harum jasa‑jasamu telah engkau sematkan di bumi Indonesia
Seharum kebaikanmu yang telah engkau wariskan
Namamu tetap di hati
Jasamu tetap terukir abadi
Tak kan pudar oleh gerusan roda kehidupan
Kan kuteruskan tali estafet perjuangan
Yang kau wariskan.
8. Senyum Kartini, Harum Bangsa – Safira Najwa Aulia Ghaisani
Wahai Kartini
Engkaulah pendekar wanita untuk Merdeka
Wahai Kartini
Engkaulah penyelamat kaummu
Sungguh elok dirimu
Dalam memperjuangkan wanita
Menunjukkan jati diri
Walau saat itu penuh gulita
Tapi dengan gigihnya kau berjuang
Dengan senyum cahyamu
Memajukan wanita Indonesia.
9. Raden Ajeng Kartini – Bunga Kusumaning Tias
Raden Ajeng Kartini
Setiap tanggal 21 April
Kita diingatkan pada seorang wanita
Wanita pejuang sejati
Waden Ajeng kartini
Namamu selalu dikenang
Itulah nama sejatimu
Dari semua orang yang mengagumimu
Raden Ajeng kartini
Tuntunan semua wanita
Yang selalu mulia
Untuk itu mati kita ikuti jejak langkahnya.
10. Pahlawan Wanita – Faridatus Solekhah
Kartini…
Engkaulah wanita tangguh wanita yang kuat
Wanita yang berpendidikan
Kartini…
Engkaulah wanita nasional
Wanita yang bersahaja
Wanita yang berwibawa
Kartini…
Engkaulah pahlawan wanita
Engkau yang menciptakan wanita tangguh
Karnamu kini wanita Indonesia menjadi kuat
Kartini…
Walau engkau telah tiada
Akan tetapi jasa‑jasamu masih kukenang
Engkau pahlawan wanita
Terima kasih Kartini atas perjuanganmu.
11. Jejak Langkah Kartini – Rahmawati Dwi Rahayu
Ibu Kartini…
Engkau memang sangat berani
Berjuang untuk kaum putri
Agar derajat kaum lelaki
Ibu Kartini
Namamu selalu mewangi
Tak bisa pudar sama sekali
Walau kau kini telah pergi
Ibu Kartini
Putri Indonesia sejati
Terbukti namnya mewangi
Mengharumkan tak bertepi
Terima kasih banyak Ibu Kartini
Putri Indonesia sejati
Karena jasamu agung terpuji
Mengangkat kami kaum wanita.
12. Terima Kasih Kartini – Zuyyina Yasmin Salsabila
Kartini semangatmu dalam mengangkat
Derajat wanita tiada diragukan
Usahamu mengubah pandangan
Terhadap wanita tiada sia‑sia
Menjadikan wanita setara dengan pria
Menjadikan wanita setara dengan pria
Menjadikan wanita agar mampu berkarya
Menjadikan wanita dapat dipercaya
Di semua kalangan manusia
Dan kini perjuanganmu akan kami lanjutkan
Tak kan lagi ada perbedaan
Karena semua keraguan
Telah engkau lawan
Kisahmu takkan kami lupakan
Dan hari ini kami ucapkan
Terima kasih Kartini…
13. Bidadari dalam Gelap – Difrika Aulia Wulan
Kala jajahan masih ada
Pada bumi Nusantara tercinta
Saat kesetaraan gender bukan hal biasa
Dan itulah, masa kelam para kaum hawa
Dilatih sebagai pelayan adam
Dibiarkan begitu saja tanpa ilmu pendidikan
Atau bahkan disayang lalu diduakan
Seolah takdir sangat menyedihkan
Hingga akhirnya, seorang hawa membuat perubahan
Menjadi Kawan pemberi ajaran
Dan menambah wawasan Perempuan
Betapa pentingnya sebuah pendidikan
Kartini, kau bidadari tak bersayap
Dau juga cahaya dalam gelap
Membuat perubahan bagi masa kelam hawa
Hingga terbit sebuah mentari kejayaan
“Habis Gelap, Terbitlah Terang”.
14. Peri Negeri – Ahmad Burhanudin
Kau seorang wanita
Semangat keras Bagai baja
Segalapun kau kerahkan
Demi kaummu
Tiada bangsa menjadikannya Merdeka
Perjuangan separuh nyawa
Tal Lelah letih
Tak resah sedih
Kau pemotivasi jati diri
Pembangkit sukma
Pengharum negeri ini
Duhai Ibu Kartini
Asmamu sangat mulia
Akan kuukir di qolbu ini.
15. Api Kartini yang Padam – Karel G. Wuysang
Telah berlalu 115 tahun
Sejak kau menyatu dengan bumi
Asa yang kau impi
Lenyap seirama kau terhilang
Keringatmu yang tercurah
Menguap kering senada masa
Lengkang dalam gemerlap dosa
Terhilang dalam angin kemalasan
Nara rusak tergilas waktu
Lengkuk tubuh hilang nilai
Salahkah mengharap hadir ragamu
Meniup awan kalut di hati?
Demikian itulah 15 puisi tentang Kartini yang singkat dan mudah dihafal, cocok untuk lomba. Semoga bermanfaat ya!
Puisi‑puisi ini menyoroti semangat, keberanian, dan warisan Kartini yang terus menginspirasi generasi muda. Mereka memuat pesan tentang perjuangan, pendidikan, dan kesetaraan gender, sekaligus mengajak pembaca untuk terus mengingat dan melanjutkan warisan tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Berita Terbaru
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
Cucurella Siap Transfer ke Barcelona, Chelsea Tuntut
