444 Jemaah Haji Kloter 13 Berangkat, Satu Penundaan Kesehatan

Iwan D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
444 Jemaah Haji Kloter 13 Berangkat, Satu Penundaan Kesehatan

Gambar atau konten salah?

444 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 resmi diberangkatkan dari Embarkasi Palembang menuju Tanah Suci pada Senin, 11 Mei 2026. Namun, satu jemaah terpaksa menunda keberangkatannya karena alasan kesehatan.

“Penundaan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis kesehatan. Kami ingin memastikan kondisi jemaah benar-benar prima sebelum menempuh perjalanan panjang ke Arab Saudi,” ujar Kepala Kanwil Kemenhaj Sumsel, M. Arkan Nurwahiddin, pada hari tersebut.

Jumlah jemaah yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang mencapai 5.750 orang. Arkan merinci bahwa angka tersebut terdiri dari:

  • Jemaah asal Sumatera Selatan: 4.627 orang
  • Jemaah asal Bangka Belitung: 1.071 orang
  • Petugas Kloter: 52 orang

“Alhamdulillah, secara keseluruhan proses pemberangkatan hingga hari ini berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti,” tambahnya.

Mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi, Arkan menekankan pentingnya disiplin menjaga kesehatan dan tidak meremehkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Ia menegaskan agar jemaah selalu siap sedia perlengkapan pelindung saat beraktivitas di luar hotel.

“Kami sangat berharap jemaah disiplin menggunakan APD. Payung, masker, dan air minum adalah kunci untuk mencegah kelelahan berlebih dan dehidrasi selama ibadah,” tegasnya.

Berikut beberapa panduan kesehatan yang diimbau kepada jemaah:

  • Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar UV.
  • Masker yang diganti tiap 4–6 jam.
  • Selalu membawa semprotan air untuk menjaga kelembapan wajah.
  • Gunakan payung dan alas kaki yang nyaman.
  • Bawa kantong sandal sendiri saat ke masjid untuk menghindari kehilangan barang.

Dengan semua persiapan ini, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman di Tanah Suci.

Jemaah hajiKelompok TerbangEmbarkasi PalembangKemenhaj SumselAlat Pelindung Diri (APD)cuaca ekstrem Arab Saudipenundaan kesehatanpendampingan kesehatan

Komentar

Memuat komentar...