737.125 Ton Pupuk Subsidi ke Sumatera, 33% Alokasi
Gambar atau konten salah?
Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh Pulau Sumatera sebanyak 737.125 ton hingga 30 April 2026. Jumlah ini setara 33 persen dari total alokasi pemerintah, yaitu 2.228.539 ton.
Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, menegaskan bahwa keberhasilan penyaluran ini tidak terlepas dari peran semua mitra. Ia menyebut Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan dukungan Dinas Pertanian sebagai kunci utama. “Tingginya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Pulau Sumatera tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah di sektor pupuk. Melalui kebijakannya, pemerintah telah memudahkan proses penebusan melalui aplikasi i-Pubers dan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sejak Oktober 2025,” jelas Eko pada 12 May 2026.
Untuk memperkuat penyaluran yang lebih transparan dan akuntabel, Kompartemen Penjualan Regional 1 akan menggandeng stakeholder penting. Pihak-pihak ini meliputi insan media, Pelaku Usaha Distribusi, hingga Pemerintah Daerah (Pemda). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis perusahaan agar informasi terkait kebijakan dan penyaluran pupuk, khususnya pupuk bersubsidi, dapat tersampaikan secara terbuka, akurat, dan tepat sasaran kepada masyarakat.
“Transparansi menjadi komitmen utama kami. Media memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat, khususnya petani, tidak hanya cepat tetapi juga akurat dan berimbang,” ujarnya.
Di sisi lain, Senior Manager Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Yoyo Supriyanto, menambahkan bahwa keberhasilan perusahaan menyalurkan 737.125 ton pupuk bersubsidi ke seluruh pulau Sumatera berkat beberapa strategi. Salah satu strategi tersebut adalah penguatan, pengawasan, peningkatan koordinasi dengan PUD/distributor, serta upaya memastikan pupuk tersalurkan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan petani.
“Upaya itu yakni tepat waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu dan penerima,” ujarnya. Yoyo menekankan bahwa melalui kegiatan ini, posisi Kompartemen Penjualan Regional 1 tidak hanya sebagai pelaksana penyaluran, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan melalui tata kelola pupuk yang transparan dan akuntabel.
Secara keseluruhan, penyaluran pupuk bersubsidi ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan pelaku distribusi. Keberhasilan tersebut menegaskan pentingnya kebijakan pemerintah yang memudahkan proses serta peran media dalam menyebarkan informasi yang akurat kepada petani di Sumatera.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
