Anak Sekolah Bulo Paksa Mendorong Motor Karena Jalan Rusak
Gambar atau konten salah?
Di Desa Bulo, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, anak‑anak sekolah harus menempuh jalan yang rusak parah setiap hari. Setelah hujan, jalan berubah menjadi lumpur, sehingga mereka terpaksa mendorong motor untuk sampai ke sekolah.
“Iya, kalau seperti yang di video itu memang kondisi yang setiap hari harus dilalui warga dan siswa SMP di sana, dengan kondisi infrastruktur jalan yang masih belum memadai,” kata Camat Bungin, Ilham Akbar Eka Yudha pada 25 Mei 2026.
Jalan di Desa Bulo masih berupa tanah dan bebatuan. Setelah hujan, permukaan menjadi licin dan berlumpur. Bahkan saat tidak hujan, jalan berbatu dan beberapa bagian menanjak membuat perjalanan sulit.
“Di situ memang kalau hujan pasti susah dilalui karena akan berlumpur. Saat tidak hujan saja susah karena jalannya berbatu dan ada beberapa bagian yang menanjak,” paparnya.
Di desa ini terdapat SMPN 6 Satu Atap Maiwa. Siswa dari Desa Bulo dan sekitarnya harus menempuh jarak antara 1 hingga 3 kilometer untuk mencapai sekolah.
“Memang di Desa Bulo ada SMP di situ untuk menampung siswa di sekitar agar mereka tidak sekolah terlalu jauh. Kalau yang dekat sekitar 1 kilometer, kalau dari Kampung Baru bisa sampai 3 kilometer. Dengan kondisi jalan rusak, tentu butuh waktu lebih lama untuk sampai,” rincinya.
Menurut Camat, pihaknya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan. Namun keterbatasan anggaran membuat jalan di Desa Bulo belum mendapatkan perbaikan.
“Selalu kita prioritaskan untuk masuk perbaikan. Ada sekitar 25 meter di situ yang rusak parah. Tapi begitulah, kondisi keuangan daerah juga masih sulit. Namun, kami tetap terus mengupayakan,” jelasnya.
Video yang beredar menunjukkan dua siswa berseragam pramuka mendorong motor di jalan menanjak. Kondisi jalan yang rusak dan berlumpur membuat mereka kewalahan. Di belakang kedua siswa, terlihat siswa lain yang juga mengendarai motor menunggu giliran. Mereka menjaga jarak agar tidak bertabrakan saat motor di depan terjatuh. Kendaraan motor yang digunakan biasanya motor skuter atau motor kecil, dan siswa harus menyeimbangkan beban motor saat mendorong.
Situasi ini menyoroti tantangan infrastruktur di daerah pedesaan. Meskipun sekolah sudah ada di desa, kondisi jalan masih menjadi hambatan bagi siswa dan warga. Perbaikan jalan di desa ini menjadi prioritas bagi pemerintah daerah, namun masih menunggu alokasi dana yang cukup.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
