Badung Uji Coba Bus Sekolah Satu Unit, Tangani Lalu Lintas
Gambar atau konten salah?
Badung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung sedang mengembangkan sistem angkutan sekolah untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Program ini akan dimulai dengan uji coba satu unit bus sekolah, yang diperoleh melalui bantuan teknis dari Kementerian Perhubungan.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi, mengungkapkan rencana ini pada 16 April 2026:
“Kami akan uji coba dulu menggunakan satu bus sekolah yang kami miliki, hasil bantuan Kementerian Perhubungan. Uji coba ini, kami sedang bersurat ke sekolah untuk mendata murid-murid yang akan kami angkut,” katanya.
Rencana ini tidak muncul begitu saja. Pada tahun lalu, Dishub melakukan kajian rute angkutan dengan memetakan sekitar 84 trayek potensial di seluruh wilayah Badung. Pada bulan April ini, tim dari Bidang Angkutan Dishub kembali mendalami rute spesifik yang paling efektif. I Made Gede Wiryantara menyatakan:
“Hasil kajian tahun lalu itu ada sekitar 84 rute yang tersedia, tetapi karena baru ada satu unit bus mini, jadi kami akan pilih salah satu rute trayek untuk uji coba. Sekarang sedang fokus dikaji, sekolah mana yang akan dilayani, kemungkinan di Kecamatan Kuta Utara,” jelasnya.
Orangtua siswa mengharapkan sistem ini memudahkan aktivitas antar-jemput. Selain itu, program ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur dan menekan kepadatan kendaraan.
Skema operasional yang disiapkan mencakup penjemputan pada pukul 06.00 Wita dan pengantaran kembali saat jam pulang sekolah. Untuk memudahkan koordinasi, Dishub berencana memanfaatkan balai banjar sebagai titik kumpul atau halte sementara bagi para siswa. I Made Gede Wiryantara menjelaskan:
“Titik pemberhentiannya kami bisa manfaatkan bale banjar. Artinya sementara ini sebagai tempat berkumpulnya murid-murid yang akan dilayani,” paparnya.
Uji coba ini direncanakan mulai dilaksanakan pada Mei atau Juni mendatang. Pemerintah daerah akan mengevaluasi sistem ini, melihat animo masyarakat sebelum memutuskan sistem permanen dan menganggarkan pengadaan armada tambahan pada APBD tahun berikutnya. I Made Gede Wiryantara menutup pernyataannya:
“Di masa uji coba nanti, kami manfaatkan anggaran pemeliharaan yang ada, untuk bensin dan sopir dari kami. Kalau memang sudah bagus dan lancar, animo masyarakat oke, tentu akan kami anggarkan lebih lanjut di APBD nanti,” pungkasnya.
Dengan pendekatan bertahap, Badung berharap sistem angkutan sekolah dapat memberikan solusi praktis bagi keluarga dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di wilayahnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
