Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah Tingkatkan Ekonomi Desa

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah Tingkatkan Ekonomi Desa

Gambar atau konten salah?

Balai Ternak BAZNAS di Lampung Tengah telah mengubah kehidupan warga di wilayah tersebut. Program ini, yang dimulai pada tahun 2019, memberi peternakan kepada keluarga yang sebelumnya hanya mengandalkan upah buruh tani. Kini, banyak yang memiliki puluhan hewan ternak sendiri.

Suratman, 42 tahun, peternak binaan Balai Ternak Barokah Mindo di Desa Ramayana, mengaku bahwa program ini meningkatkan ekonomi keluarganya sampai ia bisa berkurban. “Kalau dulu hanya mengandalkan upah buruh tani harian, sekarang sepulang kerja saya masih bisa cari pakan dan mengurus ternak sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah punya kambing sendiri dan sudah bisa berkurban,” ujarnya saat ditemui di Balai Ternak Lampung Tengah, Jumat 22 Mei 2026. Ia menambahkan, “Kalau dihitung semuanya sekarang sekitar 50 ekor kambing punya saya.”

Peternak lain, Siswanto, 50 tahun, dari Desa Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, menceritakan perubahan serupa. “Dulu saya bingung cari makan besok bagaimana. Sekarang alhamdulillah punya ternak sendiri, penghasilan lebih stabil, dan anak-anak bisa sekolah dengan layak,” katanya. Siswanto dan Suratman termasuk dalam program Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah yang kini membina puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut.

Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama, menilai dampak paling terasa adalah peningkatan rasa percaya diri masyarakat desa. “Dulu banyak yang minder karena miskin. Sekarang anggota kelompok sudah bisa bicara bisnis, mengelola usaha, bahkan memasok kebutuhan kurban ke berbagai daerah,” ujarnya.

Selain penjualan ternak kurban, Balai Ternak BAZNAS mengembangkan usaha pabrik pakan Yufeed, kompos organik, dan hotel ternak untuk karantina serta pemulihan hewan sebelum dikirim ke wilayah Jabodetabek. Kawasan ini juga menjadi pusat literasi peternakan melalui kegiatan penelitian, magang, dan praktik lapangan mahasiswa.

Menurut Idy Muzayyad, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, program ini dirancang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan. “Kami ingin mustahik tidak selamanya menerima bantuan, tetapi mampu mandiri bahkan menjadi muzaki,” ujarnya. Ia menambahkan, “Keberhasilan program bukan hanya diukur dari peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga perubahan pola pikir warga desa. Peternak sekarang memiliki semangat usaha, pencatatan keuangan yang baik, hingga kesadaran sosial dan spiritual yang meningkat.”

Program ini menunjukkan bahwa dukungan peternakan tidak sekadar memberi hewan, melainkan membangun kemandirian ekonomi desa secara menyeluruh. Dengan integrasi usaha, pelatihan, dan penciptaan peluang baru, warga Lampung Tengah kini memiliki landasan yang lebih kuat untuk mengelola dan mengembangkan usaha mereka sendiri.

Balai Ternak BAZNASLampung Tengahpeternakankurbanpakan Yufeedkemandirian ekonomipemberdayaan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...