Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah Tingkatkan Ekonomi Desa
Gambar atau konten salah?
Balai Ternak BAZNAS di Lampung Tengah telah mengubah kehidupan warga di wilayah tersebut. Program ini, yang dimulai pada tahun 2019, memberi peternakan kepada keluarga yang sebelumnya hanya mengandalkan upah buruh tani. Kini, banyak yang memiliki puluhan hewan ternak sendiri.
Suratman, 42 tahun, peternak binaan Balai Ternak Barokah Mindo di Desa Ramayana, mengaku bahwa program ini meningkatkan ekonomi keluarganya sampai ia bisa berkurban. “Kalau dulu hanya mengandalkan upah buruh tani harian, sekarang sepulang kerja saya masih bisa cari pakan dan mengurus ternak sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah punya kambing sendiri dan sudah bisa berkurban,” ujarnya saat ditemui di Balai Ternak Lampung Tengah, Jumat 22 Mei 2026. Ia menambahkan, “Kalau dihitung semuanya sekarang sekitar 50 ekor kambing punya saya.”
Peternak lain, Siswanto, 50 tahun, dari Desa Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, menceritakan perubahan serupa. “Dulu saya bingung cari makan besok bagaimana. Sekarang alhamdulillah punya ternak sendiri, penghasilan lebih stabil, dan anak-anak bisa sekolah dengan layak,” katanya. Siswanto dan Suratman termasuk dalam program Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah yang kini membina puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama, menilai dampak paling terasa adalah peningkatan rasa percaya diri masyarakat desa. “Dulu banyak yang minder karena miskin. Sekarang anggota kelompok sudah bisa bicara bisnis, mengelola usaha, bahkan memasok kebutuhan kurban ke berbagai daerah,” ujarnya.
Selain penjualan ternak kurban, Balai Ternak BAZNAS mengembangkan usaha pabrik pakan Yufeed, kompos organik, dan hotel ternak untuk karantina serta pemulihan hewan sebelum dikirim ke wilayah Jabodetabek. Kawasan ini juga menjadi pusat literasi peternakan melalui kegiatan penelitian, magang, dan praktik lapangan mahasiswa.
Menurut Idy Muzayyad, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, program ini dirancang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan. “Kami ingin mustahik tidak selamanya menerima bantuan, tetapi mampu mandiri bahkan menjadi muzaki,” ujarnya. Ia menambahkan, “Keberhasilan program bukan hanya diukur dari peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga perubahan pola pikir warga desa. Peternak sekarang memiliki semangat usaha, pencatatan keuangan yang baik, hingga kesadaran sosial dan spiritual yang meningkat.”
Program ini menunjukkan bahwa dukungan peternakan tidak sekadar memberi hewan, melainkan membangun kemandirian ekonomi desa secara menyeluruh. Dengan integrasi usaha, pelatihan, dan penciptaan peluang baru, warga Lampung Tengah kini memiliki landasan yang lebih kuat untuk mengelola dan mengembangkan usaha mereka sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026