Banjir Meluas di Ogan Komering Ulu, 347 Rumah Terdampak

Tika M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 143 dibaca
Bisik.id
Banjir Meluas di Ogan Komering Ulu, 347 Rumah Terdampak

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, banjir semakin meluas. Hingga kini sembilan desa di tiga kecamatan telah terendam, dan jumlah warga yang terdampak terus bertambah.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD OKU, Januar Effendi, data terbaru mencatat 347 rumah terdampak. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 325 kepala keluarga atau 1.143 jiwa. Ia menjelaskan, Banjir terjadi di sejumlah desa/kelurahan yang berada di tiga kecamatan, yakni Baturaja Timur, Baturaja Barat, dan Lubuk Batang, pada 16 April 2026.

Wilayah paling banyak terdampak berada di Kecamatan Baturaja Timur. Di Kelurahan Pasar Baru terdapat 8 rumah dengan 32 jiwa (8 KK). Kelurahan Baturaja Lama mencatat 4 rumah dan 16 jiwa (4 KK). Desa Terusan mengakibatkan 11 rumah dan 44 jiwa (11 KK). Selanjutnya, Desa Tanjung Baru menimbulkan 15 rumah dan 75 jiwa (15 KK). Desa Tanjung Kemala melaporkan 3 rumah dan 12 jiwa (3 KK). Kelurahan Kemalaraja terdampak paling parah dengan 56 rumah dan 224 jiwa (56 KK).

Di Kecamatan Baturaja Barat, Kelurahan Tanjung Agung mengalami 5 rumah dan 20 jiwa (5 KK). Kecamatan Lubuk Batang mencatat Desa Lubuk Batang Lama dengan 245 rumah dan 720 jiwa (223 KK). Desa Gunung Meraksa masih dalam proses pendataan.

Januar Effendi menegaskan, “Tidak tercatat ada korban jiwa dan luka-luka dalam kejadian banjir ini. Untuk tinggi muka air berkisar 10-100 cm. Estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 347 juta,”. Ia juga mengimbau, “Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, potensi banjir susulan masih dapat mengancam wilayah tersebut,”.

Secara keseluruhan, banjir di OKU menimbulkan kerugian signifikan namun belum menimbulkan korban jiwa. Warga di wilayah rawan diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

Ogan Komering UlubanjirBPBD OKUrencana mitigasikerugian Rp347 jutarawan banjirbencana banjir susulan

Komentar

Memuat komentar...