Banjir Rob Melanda Desa Tunggulsari, 90 Jiwa Terdampak
Gambar atau konten salah?
Banjir rob melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati pada pukul 10.30 WIB. Air menembus dinding rumah, menimbulkan genangan setinggi 20–50 sentimeter. Rumah Aminah (42) menjadi contoh; perabotan dan tempat tidur harus ditinggikan agar tidak terkena air.
“2 tahun ini sering ada banjir rob, pagi tadi datang nanti malam surut,” jelas Aminah kepada wartawan ditemui di lokasi, Jumat (5/6/2026). Ia menambahkan bahwa banjir rob biasanya terjadi antara Mei hingga Agustus, datang pagi hingga sore, lalu surut malam.
Menurutnya, banjir rob tahun lalu berlangsung selama 3 bulan tanpa pernah surut-surut. Tahun ini, banjir mulai muncul pada pertengahan Mei 2026 dan masih berlangsung. Ia mengingatkan bahwa seluruh rumahnya kebanjiran, sehingga semua perabotan harus diangkat.
“Ini kebanjiran semua di dalam rumah. Harapannya untuk Prabowo ada solusi bagaimana karena rumah kami seperti ini,” ujarnya.
Kepala Desa Setyo Wahyudi menjelaskan penyebab utama. “Itu karena tanggul sebelah timur perbatasan garis pantai sepanjang 110 meter kondisinya jebol, sementara sebelah timurnya tidak ada tanaman mangrove sehingga air laut aliran rob langsung masuk ke kali masuk ke tambak sampai ke permukiman warga,” jelas Setyo kepada wartawan ditemui di lokasi.
Ia juga menyebutkan jumlah terdampak. “Untuk warga 36 rumah, 50 KK dengan 90 jiwa. Dan itu sudah terjadi dua tahun terakhir sangat parah,” jelasnya.
Setyo mengajak pemerintah untuk turun tangan. “Harapan kami pemerintah hadir, untuk meninjau kemudian memberikan program yang tepat untuk mengatasi potensi lebih parah dari rob ini, karena dampaknya sangat parah bertambah setiap tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kalau tidak ada penanganan lebih lanjut maka dari sektor pertanian, tambak, potensi hilangnya permukiman warga akan hilang.”
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, sebanyak 69 rumah warga terdampak akibat gelombang pasang dan abrasi yang terus semakin parah. Banjir rob berlangsung selama 3 hari, mulai 21 Mei 2026 hingga 23 Mei 2026.
Dengan data ini, jelas bahwa banjir rob di Desa Tunggulsari semakin sering terjadi dan semakin merusak. Air laut masuk ke dalam permukiman karena tanggul jebol dan kurangnya mangrove, memaksa warga untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang lebih berbahaya. Kebutuhan akan solusi struktural dan kebijakan pemerintah menjadi semakin mendesak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
PGN Optimalkan Jaringan Pipa Gas untuk Ketahanan Energi
Purbaya Tolak Go‑Gos Pengunduran, Tidak Ada Pergantian
Pemerintah Buka Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 di Medan
Rumah Mewah Sentul Menjadi Sorotan Setelah Geledah Kejaksaan
PIP Termin 2 2026: Dana Pendidikan Menengah Sudah Cair
Pendaftaran PMDSU Angkatan X Tahun 2026 Resmi Dibuka
Ular Sanca 2,2 m Dievakuasi di Kandang Ayam Ciamis
Empat Varian Telur Ikan: Tobiko, Masago, Ikura, Caviar
