Banyuasin Siapkan WFH Satu Hari Mingguan untuk ASN
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Banyuasin berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya menghemat BBM di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap potensi dampak gejolak geopolitik terhadap pasokan dan harga energi global, termasuk BBM di dalam negeri. Dengan mengurangi mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN), diharapkan konsumsi BBM dapat ditekan secara signifikan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin Erwin Ibrahim mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan tersebut.
“Kami masih menunggu petunjuk teknisnya seperti apa, sehingga pelaksanaannya nanti bisa berjalan dengan baik dan terarah,” ujar Erwin.
Meski demikian, ia menegaskan kesiapan pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut apabila aturan teknis telah diterbitkan.
“Kami tentu akan menindaklanjuti jika sudah ada aturan resminya. Pada prinsipnya ini langkah yang baik,” tambah Erwin.
Erwin juga menilai kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan merupakan upaya positif, tidak hanya untuk efisiensi BBM, tetapi juga dapat memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa mengurangi produktivitas.
“Kami sangat mendukung kebijakan ini, karena selain efisiensi energi, juga bisa memberikan dampak positif terhadap pola kerja ASN ke depan. Tapi, sampai saat ini kita belum menghitung dan menganalisis berapa efisiensi yang bisa kita dapat dari pelaksanaan WFH ini,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap kebijakan ini nantinya dapat diimplementasikan secara efektif tanpa mengganggu pelayanan publik, serta mampu menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan energi akibat dari dinamika global.
“Tapi, tentunya khusus pelayanan publik kita harap tetap memberikan pelayanan langsung,” tutusnya.
Kebijakan WFH satu hari per minggu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuasin dirancang untuk menekan penggunaan BBM dan menambah fleksibilitas kerja, sekaligus menjaga kualitas layanan publik di tengah ketidakpastian pasokan energi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
