Bengkulu Siap Hadapi Gempa Cincin Pasifik, Militer Koordinasi
Gambar atau konten salah?
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menegaskan bahwa wilayahnya berada di zona gempa. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan, meski daerahnya sudah dikenal rawan.
Mian menjelaskan bahwa Cincin Api Pasifik – atau ring of fire – melintasi Bengkulu. Kawasan ini merupakan pertemuan lempeng tektonik aktif, sehingga wilayah sepanjang jalurnya cenderung mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi. “Maka itu, Bengkulu menjadi daerah rawan akan gempa,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Latihan Kesiapsiagaan Nasional Bencana Alam Megathrust.
Ia menambahkan, “Ini tentu harus menjadi kolaborasi bersama para pemangku kepentingan dengan jajaran TNI. Apabila bencana terjadi, Bengkulu harus siap karena wilayah ini berada di Cincin Api Pasifik.”
Di sisi lain, Komandan Korem 041 Gamas Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menjelaskan tujuan rapat. Ia menyatakan, “Kita melaksanakan rapat dalam rangka latihan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini telah diprogramkan di tiga provinsi, yaitu Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Barat. Rapat ini bertujuan untuk menyinkronkan koordinasi dengan instansi pemerintah daerah, seperti BPBD, agar terjalin sinergi yang kuat dalam pelaksanaannya.”
Secara geografis, Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatra, berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kondisi ini menjadikan provinsi tersebut sangat rawan terhadap bencana, termasuk gempa bumi megathrust, aktivitas vulkanik, dan tsunami akibat zona subduksi lempeng tektonik.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan militer menjadi kunci, mengingat potensi bencana yang tinggi di wilayah ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
