BI Naikkan BI Rate 5,25%: OJK Siapkan Kredit Bertahap
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Perubahan suku bunga sentral ini dapat memengaruhi besaran bunga kredit yang ditawarkan oleh perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menegaskan bahwa suku bunga kredit berpotensi naik karena kebijakan kenaikan BI rate.
Meski demikian, Dian menyatakan bahwa penyesuaian kredit seiring kenaikan BI rate akan sangat bergantung pada masing-masing bank. Baginya, setiap bank atau lembaga keuangan lainnya memiliki kondisi yang berbeda‑beda.
Dia meyakini perbankan pasti akan melakukan perhitungan lebih dulu apakah bisa melakukan penyesuaian besaran bunga kredit atau tidak. Proses ini mungkin memakan waktu.
“Kalau kemudian kasus umum pinjaman naik, kredit naik, nggak pernah kejadian itu. Jadi akan ada selalu gap, ada gap waktu untuk menyesuaikan. Karena bank itu bisnis, real bisnis di depan kan,”
“Dia akan mengkalkulasi apakah tingkat suku bunga bisa dinaikkan. Apakah misalnya DPK perlu dinaikkan atau tidak. Itu bagaimana tight atau tidak tight‑nya likuiditas,”
“Sementara kredit akan dilihat dulu nih, kira‑kira nasabahnya terdampak berat nggak nih gara‑gara situasi ini kan. Kalau terdampak berat tentu dia juga akan menyesuaikan.”
“Jadi saya kira Bank Indonesia dan kita OJK paham betul bahwa ini memang akan ada proses penyesuaian,”
Di Perbanas Institute, Jakarta Selatan, Selasa (02 Juni 2026), Dian menekankan bahwa bank akan menilai dampak terhadap nasabah sebelum mengambil keputusan. Ia menjamin bahwa kenaikan bunga tidak akan terlalu memberatkan debitur.
Dengan kebijakan ini, perbankan diharapkan akan menyesuaikan suku bunga kredit secara bertahap, mengingat kondisi likuiditas dan dampak terhadap nasabah. Proses penyesuaian ini diharapkan berlangsung secara terukur dan mempertimbangkan situasi ekonomi yang sedang berlangsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
