Bitcoin Menguat ke US$ 68.060, Namun Sentimen Masih Rentan
Gambar atau konten salah?
Bitcoin mengalami kenaikan harga yang signifikan, mencapai US$ 68.060 pada perdagangan hari ini, Kamis, 26 Februari 2026. Namun, menurut analisis, kenaikan ini masih dianggap tidak stabil karena beberapa indikator pasar kripto belum sepenuhnya pulih.
Fyqieh Fachrur, seorang analis dari Tokocrypto, menyatakan bahwa investor jangka pendek masih melakukan penjualan dalam keadaan rugi sejak akhir Januari. Arus dana dari institusi juga belum menunjukkan tanda pemulihan pada produk ETF Bitcoin. Bahkan, banyak manajer investasi mengurangi eksposur mereka terhadap kripto menjelang akhir tahun 2025.
Fyqieh menilai bahwa kenaikan harga Bitcoin saat ini cenderung bersifat sementara setelah penurunan tajam yang terjadi di akhir tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa pasar kripto berada dalam kondisi negative gamma, yang berarti pergerakan harga dapat terjadi dengan agresif ke dua arah.
Beberapa indikator menunjukkan potensi pembentukan dasar. Tekanan jual mulai mereda dan RSI telah keluar dari area oversold. Namun, selama arus masuk dana institusional belum konsisten dan investor jangka pendek masih mendominasi penjualan rugi, reli harga ini masih rentan terhadap koreksi.
Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting. Kenaikan menuju US$ 70.000 akan bergantung pada kombinasi sentimen makroekonomi yang membaik dan arus dana dari institusi.
Kenaikan harga Bitcoin hari ini terjadi setelah Amerika Serikat memastikan tidak akan menaikkan tarif terhadap barang dari China. U.S. Trade Representative, Jamieson Greer, mengungkapkan bahwa AS tidak berencana untuk meningkatkan tarif di atas kisaran 35%-50%, yang meredakan kekhawatiran mengenai perang dagang AS-China.
Sentimen ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap isu-isu makro global. Fyqieh menjelaskan bahwa kejelasan mengenai tarif ini memberikan sentimen positif jangka pendek, sehingga aset seperti Bitcoin kembali diminati.
Sementara itu, pelaku pasar juga memperhatikan pertumbuhan Nvidia, yang melaporkan pendapatan kuartalan mencapai US$ 68,1 miliar dengan laba per saham (EPS) sebesar US$ 1,62, yang lebih tinggi dari perkiraan. Saham Nvidia mengalami lonjakan signifikan mencapai harga US$ 200 setelah laporan keuangannya dirilis.
Laporan yang melampaui ekspektasi ini membantu menjaga sentimen risk-on di pasar global, memberikan dorongan bagi kripto. Namun, reaksi pasar yang beragam menunjukkan bahwa pasar tetap sensitif terhadap isu valuasi dan prospek ke depan. Oleh karena itu, dampak terhadap Bitcoin lebih bersifat katalis jangka pendek, sementara arah berikutnya masih ditentukan oleh kombinasi faktor makro, arus dari institusi, dan kondisi permintaan spot.
Secara keseluruhan, meskipun Bitcoin menunjukkan kenaikan harga, masih ada ketidakpastian yang menyelimuti pasar. Sentimen makro dan arus dana institusi akan menjadi kunci untuk pergerakan harga di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tokenisasi Aset Nyata Diprediksi Tembus US$5,5 Triliun pada 2030
INDODAX Dorong Sertifikasi Wajib Influencer Kripto
Transaksi Kripto Mei 2026 Naik Tipis Jadi Rp23,01 Triliun
Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Akses Saham Global 24 Jam
PAKD: Bursa Global Harus Tunduk pada Aturan Kripto RI
Bitcoin Terkoreksi Usai Sinyal Hawkish The Fed, Investor Diminta Waspada
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
