BMKG Kemarau Sumsel Mulai Mei 2026, Puncak Juli‑Agustus

Nurul H. · 1 min baca · 4 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
BMKG Kemarau Sumsel Mulai Mei 2026, Puncak Juli‑Agustus

Gambar atau konten salah?

BMKG memprediksi musim kemarau di Sumatera Selatan mulai Mei 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus.

Prediksi ini menimbulkan peringatan bagi daerah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih awal. Risiko karhutla meningkat, terutama di wilayah yang dikelilingi hutan dan lahan terbuka.

Menurut analisis iklim, ZOM 125 dan ZOM 135 akan mengalami puncak kemarau lebih awal, satu bulan sebelum rata-rata. Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, menegaskan hal ini pada 20 Maret 2026.

Daerah lain di 12 ZOM lainnya diprediksi puncak kemarau pada Agustus.

Untuk ZOM 137 (Pagar Alam, Lahat bagian selatan dan barat, sebagian Mura bagian selatan, dan Empat Lawang bagian timur), puncak kemarau akan menunda satu bulan dibandingkan normal.

Durasi musim kemarau di Sumsel diperkirakan antara 7‑15 bulan. Wilayah bagian tengah Sumsel akan menghadapi kemarau terlama, sekitar 13‑15 bulan.

Dewan masyarakat diimbau untuk memulai langkah antisipasi: persiapkan diri menghadapi kekeringan, karhutla, dan keterbatasan air bersih selama periode puncak kemarau.

Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dengan pengendalian titik api dan pengelolaan sumber daya air agar dampak dapat diminimalkan.

Ringkasnya, BMKG menandai periode kemarau panjang di Sumatera Selatan pada 2026, memberi waktu bagi masyarakat dan pemerintah untuk menyiapkan strategi mitigasi risiko kebakaran hutan dan kelangkaan air.

musim kemarauSumatera SelatanBMKGZOM 125karhutlakekeringansumber air bersihpemerintah daerah

Komentar

Memuat komentar...