BMKG Peringat Lampung Masuk Musim Kemarau Juli–Sept 2026
Gambar atau konten salah?
BMKG mengumumkan bahwa Provinsi Lampung telah memasuki musim kemarau. Menurut data, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Juli, Agustus dan September 2026.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, Rudi Harianto, menjelaskan suhu di wilayah tersebut berkisar antara 31 hingga 33 derajat Celcius. Ia menegaskan, “Untuk Lampung sudah masuk musim kemarau. Kami memprediksi puncak musim kemarau terjadi di bulan Juli, Agustus dan September. Untuk panasnya mencapai 33 derajat Celcius,” pada 30 Mei 2026.
Meski kemarau, Rudi menambahkan bahwa hujan masih dapat terjadi. Ia mengatakan, “Masih, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Hujan masih bisa terjadi, hanya frekuensi dan intensitasnya mulai berkurang dibanding musim hujan.”
Terkait fenomena El Nino “Godzila”, Rudi menegaskan belum ada dampak di Lampung. Ia menyatakan, “Pantauan kita, sampai bulan ini belum berdampak di Lampung.”
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat air, memperbaiki kebocoran, menampung air hujan, dan menggunakan air secara bijak. Rudi menambahkan, “Kepada masyarakat kami menghimbau untuk menghemat air dan memperbaiki kebocoran, menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, menggunakan air secara bijak.”
Untuk petani, Rudi menyarankan menyesuaikan waktu tanam dan memilih tanaman yang lebih tahan kering. Ia menegaskan, “Kemudian untuk petani menyesuaikan waktu tanam dan memilih tanaman yang lebih tahan kering. Petani dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak El Nino.”
Dengan informasi ini, warga Lampung dapat mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang akan datang, menjaga pasokan air, dan menyesuaikan aktivitas pertanian sesuai kondisi cuaca.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
