BMKG Peringatkan Sumatera Selatan Kemarau Hingga 2026
Gambar atau konten salah?
BMKG, lembaga yang memantau cuaca di Indonesia, mengumumkan bahwa seluruh wilayah Sumatera Selatan akan mengalami musim kemarau pada akhir Juni 2026. Prediksi ini didorong oleh El Nino kategori moderat hingga kuat yang diperkirakan akan membuat musim kering ini berlangsung lebih lama dan lebih ekstrem hingga September 2026.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo, menjelaskan bahwa transisi musim akan dimulai secara bertahap dari sisi timur. “Adapun luasan wilayah Sumsel yang akan mengalami periode awal musim kemarau sesuai dengan normal musimnya mulai dari Pesisir Timur wilayah Sumsel seperti Kabupaten OKI, sebagian Muba, dan sebagian OKU Timur,” kata Nandang.
Setelah menilai wilayah timur, Nandang menambahkan bahwa kekeringan akan meluas ke wilayah tengah, termasuk Palembang, Banyuasin, dan Muara Enim, pada akhir Mei. Ia menegaskan bahwa pergerakan ini akan terus berlanjut hingga mencakup seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan pada penghujung bulan Juni.
BMKG memperingatkan bahwa kemarau kali ini dibarengi dengan anomali cuaca yang cukup signifikan. Aktivitas El Nino diprediksi akan bertahan lama dan memberikan dampak kering yang lebih terasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Prediksi musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan lebih panjang karena diprediksi ada fenomena El Nino Moderate-Kuat hingga bulan September 2026 nanti,” tegasnya.
Nandang merinci bahwa durasi kemarau yang panjang dapat memicu krisis di berbagai lini kehidupan masyarakat. Sektor pertanian, ketersediaan air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian utama yang harus segera dimitigasi oleh pemerintah daerah. “Ancamannya jelas, jika kemarau semakin panjang akan mengancam di banyak sektor, seperti pertanian, perkebunan, kesehatan, sumber daya air, serta karhutla yang berdampak pada sosial ekonomi dan keamanan,” tuturnya.
Dengan data yang jelas, masyarakat di Sumatera Selatan diminta tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang panjang ini. Perencanaan penggunaan air, pengelolaan lahan, dan kesiapsiagaan kebakaran menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
