BMKG Prediksi Musim Kemarau Awal di Sumsel 2026 Tahun
Gambar atau konten salah?
BMKG memprediksi musim kemarau di Sumatera Selatan akan dimulai pada 15 Mei 2026 dan berlanjut hingga 15 Juni 2026. Wanginya ini lebih awal dibandingkan periode normal 1999‑2020.
Prediksi pertama muncul di ZOM 136 Ogan Komering Ilir, bagian selatan, pada permulaan Mei 2026. Setelah itu, musim kemarau akan meluas ke empat zona tengah Sumsel di akhir Mei. Seluruh wilayah barat dan timur akan masuk kemarau mulai awal hingga pertengahan Juni.
Menurut Wandayantolis, Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla sebelum kemarau tiba. Langkah ini bertujuan meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Data menunjukkan 64% zona musim Sumsel diprediksi mengalami kemarau dua dekade lebih awal dibandingkan normal. Daerah yang bergerak dua dekade lebih cepat meliputi: Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Muratara, Lubuklinggau, sebagian PALI, Muara Enim, dan Palembang. Daerah yang bergerak satu dekade lebih cepat meliputi: bagian Banyuasin, OKI, PALI, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, OKU, dan OKU Selatan. Wilayah lain tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Secara umum, karakter musim kemarau 2026 di Sumsel berada di bawah normal, kecuali di ZOM 133 Empat Lawang dan ZOM 135 OKU Timur yang tetap pada tingkat normal.
Ringkasnya, BMKG memperingatkan bahwa musim kemarau di Sumatera Selatan akan memulai lebih awal tahun ini, menuntut kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah disarankan menyiapkan rencana mitigasi sebelum bulan Mei.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
