BMKG Sumsel Prediksi Hujan Ringan‑Sedang 29‑31 Mei di Sumsel
Gambar atau konten salah?
BMKG Sumatera Selatan mengumumkan bahwa hujan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, namun intensitasnya akan tetap ringan hingga sedang. Cuaca ekstrem tidak terdeteksi akan muncul di wilayah ini.
“Pada periode 29‑31 Mei 2026, diprakirakan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan‑sedang yang terjadi di beberapa Sumsel,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto, Kamis (28 Mei 2026). Ia menambahkan bahwa wilayah OKU, Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin diprediksi masih akan mengalami hujan.
Hujan dalam tiga hari ke depan dipengaruhi oleh angin muson barat (Monsun Asia) yang masih kuat dan adanya daerah belokan angin (shearline) di Sumsel. Kondisi ini dapat memicu perubahan cuaca secara tiba‑tiba.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu‑waktu serta potensi bencana hidrometeorologi yang masih bisa terjadi,” tambahnya.
Meski cuaca panas telah berlangsung beberapa hari terakhir, Siswanto menegaskan bahwa Sumsel kini sudah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan pada Juli‑Agustus 2026. Ia juga memastikan tidak ada cuaca hujan ekstrem yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Tak ada cuaca hujan ekstrem yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.” (Cuaca panas beberapa hari terakhir) untuk cuaca ekstrem masih belum terdeteksi sampai saat ini,” ujarnya.
Cuaca di Sumsel dipengaruhi oleh angin muson barat dan shearline, sehingga hujan ringan‑sedang diprediksi, sementara musim kemarau akan memuncak pada Juli‑Agustus 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
