BNPB Kirim Mesin Pompa dan Helikopter ke TNI Sumsel
Gambar atau konten salah?
BNPB telah menyalurkan peralatan bantuan untuk mendukung operasi darat dalam mengatasi karhutla di Sumatera Selatan. Bantuan ini ditujukan kepada unsur TNI dan Polri dan akan langsung dipakai pada musim rawan karhutla tahun ini.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Iqbal Alisyahbana, pemerintah pusat telah memberi kepercayaan untuk mengaktifkan Satgas Karhutla yang melibatkan berbagai kementerian teknis. Ia menjelaskan bahwa bantuan dari BNPB difokuskan untuk mendukung kinerja Satgas Darat dalam penanganan karhutla di wilayah Sumsel.
“Itu bantuan dukungan untuk Satgas Darat dari BNPB yang diserahkan langsung oleh Pak Menko untuk Provinsi Sumatera Selatan, untuk teman‑teman dari TNI dan Polri dalam bentuk dukungan peralatan, mesin pompa, dan lain sebagainya,” jelasnya pada Rabu, 6 Mei 2026.
Bantuan tersebut berupa mesin pompa, alat pelindung diri (APD), serta kendaraan operasional berupa motor trail. “Barang yang dibantu itu peralatan seperti mesin pompa, APD, dan lain‑lain, termasuk motor trail untuk mendukung mobilitas tim di lapangan. Dan itu akan langsung kita gunakan untuk penanggulangan bencana Karhutla di tahun ini,” tambahnya.
Selain dukungan darat, kesiapan juga diperkuat melalui dukungan udara. BPBD Sumsel mendapat informasi akan adanya tambahan armada helikopter untuk operasi pemadaman. “Untuk sementara ini akan didukung oleh empat helikopter water bombing yang akan mulai berdatangan pada 8 Mei nanti. Dan untuk heli patroli, saat ini sudah ada satu unit sambil melihat kondisi di wilayah Sumatera Selatan,” tambahnya.
Dengan penguatan sarana dan prasarana tersebut, BPBD Sumsel bersama seluruh unsur terkait optimistis penanganan karhutla tahun 2026 dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, terutama dalam menekan potensi meluasnya kebakaran di wilayah rawan.
Karhutla di Sumatera Selatan sering kali meluas akibat kondisi tanah kering dan cuaca panas. Oleh karena itu, peralatan seperti mesin pompa dan kendaraan trail menjadi kunci mobilitas tim lapangan. Dukungan udara, khususnya helikopter water bombing, dapat menurunkan laju kebakaran sebelum menyebar ke area yang lebih luas. Kombinasi dukungan darat dan udara diharapkan dapat mempercepat respons dan mengurangi dampak karhutla pada masyarakat dan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
