Boks Telepon London Jadi Kedai Tiramisu Unik Berbintang
Gambar atau konten salah?
Di London, boks telepon merah yang dulu menjadi ikon jalanan kini dipakai kembali dengan cara yang tak terduga. Boks ini, yang dirancang oleh Sir Giles Gilbert Scott, dulu berfungsi sebagai bilik telepon umum. Kini, sebagian besar boks tersebut sudah tidak terpakai karena telefon umum menurun, sehingga banyak orang mencari cara baru untuk memanfaatkannya.
Seorang pria asal Roma, Daniele Benedettini, berusia 31 tahun, memilih salah satu boks di Russell Square untuk dijadikan kedai kecil. Ia menganggap pemanfaatan boks ini ideal karena murah, dibandingkan harus menyewa tempat. Boks tersebut diubah menjadi toko tiramisu yang bernama Walkmisu.
Untuk memulai, Benedettini menginvestasikan £1,000, setara dengan Rp 22,5 juta. Pada 01 Agustus 2020, ia resmi membuka usaha Walkmisu. Harga tiramisu buatan rumahnya berkisar £6,95, atau Rp 156 ribu, termasuk varian Pistachio dan Biscoff yang populer.
“Saat itu, tidak ada yang menjual tiramisu murni, dan sebagian besar tempat menjualnya dengan alkohol, padahal resep aslinya bebas alkohol,” ujar Benedettini ketika ditanya tentang pilihan dessertnya.
Setelah enam tahun, Benedettini meluncurkan toko online untuk Walkmisu. Dengan platform ini, pelanggan dapat memesan dan menerima pengiriman di seluruh Inggris. Ia mengakui bahwa kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu kunci sukses usahanya. Teknologi ini membantu mengelola bisnisnya secara efisien dan menghemat jam kerja.
Ia bahkan sedang mempertimbangkan untuk memperluas mereknya sambil memanfaatkan AI dan AI agen secara lebih luas lagi. “Saya bisa menggunakannya untuk peramalan cuaca, pemasok, menjawab pertanyaan pelanggan, dan untuk mengembangkan sisi bisnis online,” tutupnya.
Inovasi Benedettini menunjukkan bahwa benda yang dulunya hanya berfungsi sebagai tempat panggilan dapat diubah menjadi tempat jualan dessert. Dengan investasi kecil dan pemanfaatan teknologi, ia berhasil menciptakan usaha yang menarik perhatian banyak orang. Sumber daya yang terbatas, seperti ruang sempit di boks telepon, tidak menghalangi kreativitas dalam memasarkan tiramisu. Ia juga menekankan pentingnya resep asli bebas alkohol, menjadikan produk Walkmisu unik di pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
