BPBD Sumsel Pemetakan 12 Daerah Rawan Karhutla di Sumatera

Ratna D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
BPBD Sumsel Pemetakan 12 Daerah Rawan Karhutla di Sumatera

Gambar atau konten salah?

Palembang, 04 April 2026 – BPBD Sumatera Selatan telah memetakan 12 daerah yang rawan terjadi karhutla. Pemetaan ini menyoroti potensi tinggi di wilayah-wilayah yang didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Daerah-daerah tersebut meliputi Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan. Semua wilayah ini sering mengalami kebakaran hutan dan lahan setiap tahun.

Menurut M Iqbal Alisyahbana, kepala BPBD Sumsel, “Ada 12 daerah di Sumsel yang rawan karhutla, wilayah-wilayah ini selalu menjadi perhatian karena setiap tahun karhutla yang terjadi cukup luas,”. Ia menekankan bahwa wilayah seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI menjadi prioritas utama karena luasnya kawasan gambut.

Kebakaran di lahan gambut memicu penyebaran api yang cepat dan sulit dipadamkan. Oleh karena itu, BPBD Sumsel menyiapkan langkah antisipasi menjelang musim kemarau yang dimulai pada bulan Mei.

Acara apel siaga akan dilaksanakan pada 22 April 2026 di Griya Agung, Palembang dan dipimpin langsung oleh Menko Polkam. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan penetapan status siaga darurat dan pembentukan posko.

Iqbal menjelaskan, “Kemudian penetapan status siaga darurat bencana karhutla, pembentukan posko, hingga pengajuan operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter pemadam,”. Langkah ini diharapkan memperkuat respons cepat terhadap potensi kebakaran.

Selain itu, BPBD Sumsel menekankan pentingnya deteksi dini, patroli terpadu, dan pemantauan hotspot secara berkala. Peran masyarakat juga diperkuat melalui edukasi pencegahan kebakaran, khususnya di wilayah rawan gambut.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pembukaan lahan melalui pembakaran dapat memicu karhutla. Segera laporkan setiap titik api yang ditemukan guna mencegah penyebaran kebakaran.

Dengan langkah-langkah ini, BPBD Sumatera Selatan berharap dapat menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya, serta melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak karhutla.

karhutlalahan gambutBPBD Sumatera SelatanOgan Komering Ilirkebakaran hutanmusim kemarau

Komentar

Memuat komentar...