BPBD Sumsel Siapkan 10 Helikopter OMC Hadapi Karhutla 2026
Gambar atau konten salah?
BPBD Sumsel memulai persiapan menghadapi ancaman karhutla tahun 2026. Prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering menambah ketegangan di wilayah Sumatera Selatan.
Menurut M Iqbal Alisyahbana, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat. Ia menyatakan, “Sudah kita surati pemerintah pusat untuk permohonan bantuan 10 helikopter, baik patroli maupun waterbombing,” pada 28 April 2026.
BPBD Sumsel mengusulkan delapan helikopter waterbombing dan dua helikopter patroli. Namun, jumlah yang akan disetujui masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumsel juga mengusulkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi kekeringan. Iqbal menegaskan pentingnya OMC mengingat luas lahan gambut di Sumsel mencapai 2 juta hektare atau 24 persen dari total wilayah. Ia berkata, “Kita ajukan OMC untuk membasahi lahan, khususnya gambut. Harapannya saat puncak kemarau masih ada cadangan air,”.
BPBD juga mendorong sektor swasta, khususnya perusahaan perkebunan dan kehutanan, untuk tetap siaga. Mereka diminta mengaktifkan regu pemadam kebakaran (RPK) serta memastikan embung dan kanal berfungsi optimal. Iqbal menegaskan, “Ini penting supaya saat kemarau kita tetap punya sumber air,”.
Hingga kini, tiga daerah di Sumsel telah menaikkan status siaga karhutla: Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin (Muba). Wilayah rawan karhutla lainnya didorong untuk menaikkan status, mengingat prediksi BMKG pada Mei mendatang sudah memasuki musim kemarau.
Dengan menggabungkan upaya pemerintah, sektor swasta, dan teknologi, BPBD Sumsel berupaya meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di tengah prediksi kekeringan yang semakin lama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen