Bulog Sumsel Babel Edukasi Siswa di Gudang Beras Sukamaju
Gambar atau konten salah?
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) mengadakan program edukasi bagi siswa di Gudang Bulog Sukamaju. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman tentang peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pimpinan Wilayah, Ihsan, turun langsung mengisi sesi edukasi. Ia mengajak para peserta melihat proses penyerapan gabah dari petani, pengolahan menjadi beras, hingga penyimpanan dan distribusi. “Kita edukasi tentang tugasnya Bulog, mulai dari proses menyerap gabah dari petani, diolah sampai menjadi beras, disimpan hingga dikonsumsi masyarakat,” ujar Ihsan dalam kegiatan Literasi Pangan melalui Kunjungan Edukatif Siswa di Gudang Bulog Sukamaju, Rabu (22/4/2026).
Dalam penjelasannya, Ihsan menekankan bahwa program ini bertujuan agar masyarakat memahami peran penting Bulog, termasuk menyiapkan cadangan beras pemerintah untuk menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam. Selain itu, peserta juga mendapat materi tentang penyusunan beras di gudang agar tidak roboh serta cara menjaga kualitas selama penyimpanan. Rencana selanjutnya adalah melihat langsung proses pengolahan di Rice Milling Plant (RMP) Banyuasin.
“Program ini bersifat terbuka dan gratis bagi instansi pendidikan yang tertarik, cukup dengan mengajukan surat permohonan ke Bulog. Kegiatan ini tergantung permintaan siswa, bisa juga dari kampus, terutama kampus pertanian, dan tidak dibatasi jumlah pesertanya,” katanya.
Sejauh ini, kegiatan masih dipusatkan di satu lokasi. Namun pihak Bulog tengah mengupayakan agar gudang lain juga bisa menjadi lokasi edukasi serupa. “Program ini baru dicanangkan dan diharapkan ke depan bisa terus berjalan sehingga pengetahuan masyarakat tentang Bulog semakin luas,” ujarnya.
Program perdana ini disambut antusias oleh puluhan pelajar yang hadir. Salah satu siswi SMA Dharma Bakti Palembang, Alianur Haliza, mengaku bangga bisa melihat langsung sistem pengelolaan beras di gudang Bulog. “Pengalamannya, saya merasa sangat bangga dan bersyukur bisa hadir di dalam gedung Bulog. Ini pertama kalinya saya ke sini. Jadi saya bisa tahu bagaimana distribusi beras dan cara penyusunannya,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh siswa lainnya, M Zaki Ar‑Rahman. Ia mengaku mendapat wawasan baru terkait pengelolaan beras sebelum sampai ke tangan masyarakat. “Dari pengalaman saya sebagai siswa, kita bisa belajar tentang beras di gudang Bulog, mulai dari sistem, tempat, hingga cara pengelolaannya,” ujarnya.
Program ini menambah pemahaman generasi muda tentang rantai pasok beras dan peran Bulog, sekaligus membuka peluang bagi sekolah dan perguruan tinggi untuk ikut serta dalam edukasi ketahanan pangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
