Cat Mobil Mengelupas di Kerinci, Polisi Selidiki
Gambar atau konten salah?
Sebuah mobil wisatawan ditemukan dalam kondisi catnya mengelupas saat terparkir di pinggir jalan di Kabupaten Kerinci, Jambi. Pemilik kendaraan menduga mobilnya dirusak oleh orang yang tidak dikenal.
Peristiwa ini terjadi di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Saat kejadian, pemilik mobil meninggalkan kendaraannya di tepi jalan untuk mengikuti rangkaian acara Kenduri Sko, sebuah tradisi budaya masyarakat setempat.
Dari video yang tersebar, terlihat cat pada mobil jenis SUV berwarna merah itu mengelupas di beberapa bagian. Bodi samping, bagian atas, hingga bagian depan mobil mengalami kerusakan cat. Mobil tersebut tampak diparkir di pinggir jalan, tepat di depan rumah warga.
Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban sudah melaporkan insiden ini ke Polres Kerinci. "Benar, korban sudah melapor ke Polres," kata Ramadhanil pada Jumat, 10 Juli 2026.
Informasi yang beredar menyebutkan peristiwa terjadi pada Minggu, 05 Juli 2026. Pemilik memarkir mobilnya mulai pukul 13.00 hingga 17.55 WIB. Ia mengaku sudah meminta izin kepada pemilik rumah setempat.
Sekembalinya, korban terkejut melihat kondisi mobilnya yang catnya sudah mengelupas. Ia kemudian memutuskan melaporkan kejadian ini ke polisi.
Polisi belum bisa memastikan penyebab kerusakan mobil tersebut. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan. "Motifnya belum bisa kita pastikan, apakah rusak pakai air keras juga belum kita pastikan, kan perlu pembuktian lebih dulu," jelas Ramadhanil.
Pihak kepolisian tidak mau mengambil kesimpulan tanpa dasar dan bukti yang kuat. "Takutnya bilang iya nanti hasil lidik rupanya kelupasnya karena habis dicat, tapi ga bagus kualitas cat kena panas terkelupas, kan bisa aja kemungkinan," ungkapnya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti dari lokasi kejadian. Belum ada tersangka yang ditetapkan. Kerusakan cat mobil ini belum bisa dipastikan apakah akibat ulah manusia atau faktor lain seperti kualitas cat yang buruk dan paparan panas matahari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
