Cuaca Sumsel Hingga Awal Mei: Hujan Menengah dan Kemarau

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 125 dibaca
Bisik.id
Cuaca Sumsel Hingga Awal Mei: Hujan Menengah dan Kemarau

Gambar atau konten salah?

Cuaca ekstrem di Sumatera Selatan diperkirakan akan berlangsung hingga awal Mei. Bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Secara umum sampai awal Mei nanti, pola cuaca masih akan seperti di akhir April ini di sebagian besar wilayah Sumsel," Sumsel Kepala BMKG Sumsel Wandayantolis pada 29 April 2026.

Menurutnya, curah hujan di Sumsel akan berada di kategori menengah, khususnya pada periode 10 hari di awal Mei.

"Iya, umumnya akan mengalami hujan tingkat menengah di kisaran 75-100 mm di sebagian besar wilayah Sumsel dalam periode 10 harian atau pada 1-10 Mei 2026," Sumsel tambah Wandayantolis.

Walaupun hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah Sumsel hingga awal Mei, ia menyebut beberapa wilayah bertahap memasuki musim kemarau. Salah satunya adalah Ogan Komering Ilir (OKI).

"Iya, hujan masih terjadi di wilayah Sumsel, kecuali di sebagian besar wilayah Empat Lawang dan Sebagian kecil OKI bagian selatan. Hanya di sebagian OKI yang mulai kemarau pada awal Mei," Sumsel ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa potensi kemarau di Sumsel akan dimulai pada Mei, bertahap menuju musim kemarau secara keseluruhan pada akhir Mei mendatang. Kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga harus mulai dipersiapkan.

"Musim kemarau akan meluas baru pada akhir Mei nanti. Hanya sebagian di OKI yang mulai kemarau pada awal Mei ini," Sumsel jelas Wandayantolis.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan sebagian wilayah di Sumsel akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat hingga 1 Mei.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya MJO dan gelombang Kelvin di sekitar Sumsel yang berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan," MJO ujarnya.

Sinta menjelaskan potensi hujan ini merata di berbagai kabupaten/kota dengan waktu yang bervariasi mulai dari siang hingga dini hari. Untuk 29 April, wilayah yang patut waspada pada siang hingga sore hari meliputi Empat Lawang, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Lahat, Musi Rawas, hingga Banyuasin dan OKI.

Untuk malam hingga dini hari, potensi hujan bergeser ke wilayah OKU Raya (OKU, OKU Selatan, OKU Timur), Pagar Alam, Lahat, dan OKI.

Memasuki 30 April, potensi hujan sedang-lebat diprediksi terjadi pada sore hingga malam hari di wilayah OKU Selatan, OKU, Musi Rawas, Lahat, Musi Banyuasin, Empat Lawang, Lubuk Linggau, OKI, dan Banyuasin.

Pada 1 Mei, intensitas hujan mulai terpusat ke beberapa wilayah pada malam hari, meliputi Lahat, Muara Enim, OKU, dan OKU Timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti jalan licin, berkurangnya jarak pandang, hingga potensi genangan air di wilayah-wilayah tertentu.

Sumsel menghadapi cuaca ekstrem dan potensi kebakaran hutan yang menuntut kewaspadaan terus menerus. Perubahan pola hujan dan kemarau yang bertahap menambah kompleksitas pengelolaan risiko di wilayah tersebut.

cuaca ekstremSumatera Selatanhujan menengahmusim kemaraukebakaran hutanMJOOgan Komering Ilirpotensi bencana

Komentar

Memuat komentar...