Delapan Siswa SMK Jambi Dirawat karena Keracunan Makanan
Gambar atau konten salah?
Delapan siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi diduga mengalami keracunan makanan setelah makan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Mereka dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dengan gejala mual, pusing, muntah, dan sesak napas.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD, Dr. Anton Trihartono, mengonfirmasi bahwa delapan siswa tersebut masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan dugaan keracunan. Ia berkata, “Iya, saat ini para siswa sudah mendapatkan layanan di IGD.”
Menurut kronologi yang dijelaskan oleh Anton, kejadian bermula saat para siswa mengikuti kegiatan olahraga sekitar pukul 08.00 WIB. Guru-guru bernama Yulia dan Rina melaporkan bahwa beberapa siswa membeli dan mengonsumsi sate di luar sekolah. Pada pukul 10.00 WIB, siswa kembali menerima makanan dari program MBG di sekolah dan langsung mengonsumsinya. Namun, sekitar pukul 11.30 WIB, mereka mulai mengeluhkan penurunan kondisi tubuh.
Setelah pemeriksaan awal di RSUD Jambi, para siswa menunjukkan gejala mual, pusing, muntah, dan sesak napas secara bersamaan. Guru segera membawa siswa ke puskesmas terdekat untuk penanganan awal. Karena membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, siswa kemudian dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.
Di ruang IGD, tim medis telah memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang mengalami dugaan keracunan. Saat ini, mereka masih dalam kondisi observasi untuk tindakan selanjutnya.
Penyebab pasti keracunan belum teridentifikasi. Pihak terkait masih menelusuri apakah kondisi siswa dipicu oleh sate yang dibeli di luar sekolah atau makanan program MBG di lingkungan sekolah. Kasus ini menjadi perhatian sekolah dan instansi terkait untuk memastikan sumber makanan yang mungkin memicu keracunan.
Seorang Kadis Ketahanan Pangan dan Sekretaris Satgas Percepatan MBG di Jambi menyatakan bahwa dugaan keracunan sudah ditanggapi dan Pemerintah Provinsi Jambi meminta pihak terkait melakukan pengecekan di lapangan. Pemeriksaan dilakukan bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dan koordinator wilayah di Kota Jambi.
Menurut Johansyah, hasil pengecekan sementara masih dalam tahap investigasi. Ia menambahkan, “Berdasarkan penelusuran awal, terdapat informasi bahwa sejumlah siswa diduga sempat mengonsumsi makanan lain sebelum menyantap MBG di sekolah.” Untuk dugaan awal, ada rekam jejak anak-anak itu makan sate sebelum makan MBG. Namun, itu masih didalami dan belum bisa disimpulkan sebagai penyebab.
Berikut nama siswa yang menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher:
- Sri Nurintan
- Tania
- Nadila
- Diffa
- Najwa
- Miftahul Azhra
- Vidian Putri
- Syfa Prasmelani (csb/csb)
Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap makanan yang disajikan di lingkungan sekolah. Pemeriksaan dan investigasi sedang berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab keracunan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai