Dokter Internship Meninggal di RSUD Daud Arif Kuala Tungkal
Gambar atau konten salah?
Dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, meninggal di RSUD K.H Daud Arif Kuala Tungkal. Menurut laporan, kematian almarhumah diduga dipicu oleh beban kerja yang tidak manusiawi, sehingga ia tetap dipaksa masuk meski sedang sakit.
Jenazah Dr. Myta akhirnya dikubur pada hari Sabtu, 02 Mei 2026, di Pemakaman Umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Keluarga mengatur pemakaman tersebut dengan sederhana namun penuh rasa hormat.
Anggota keluarga almarhumah menyatakan dukungan mereka terhadap langkah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri). IKA memohon kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan investigasi atas kematian Dr. Myta.
“Kami mendukung apa yang dilakukan IKA FK Unsri, untuk melakukan investigasi dari kasus Myta ini,” ujar salah satu kerabat korban, Dr. Febri, pada hari Sabtu, 02 Mei 2026. Ia berharap investigasi akan mengungkap kebenaran dan menjadi bahan evaluasi bagi sistem kerja dokter internship di Indonesia.
“Mudah-mudahan ada titik terang tentang perbaikan kerja dari rekan-rekan dokter internship ini ke depannya. Kami tidak memvonis siapa yang salah atau siapa yang melanggar etik atau apapun itu. Yang penting kami berharap tidak ada Myta-Myta kedua setelah ini,” tambah Dr. Febri.
Dr. Myta menjalani program internship di RSUD K.H Daud Arif Kuala Tungkal. Pada awalnya, ia dilaporkan mengalami sakit dan dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Jambi untuk perawatan lebih lanjut.
Setelah itu, almarhumah dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Selama sekitar tiga hari, ia menjalani perawatan medis di sana. Pada akhirnya, dokter dinyatakan meninggal dunia.
Suasana duka melanda rumah almarhumah di Perumahan Griya Permai, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan. Sejak pagi hari, keluarga dan kerabat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir. Tangisan pecah saat jenazah dibawa ke pemakaman, menandakan kepergian seorang dokter muda yang dikenal berdedikasi.
Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di TPU Simpang Pendagan. Ratusan pelayat mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir dengan suasana khidmat. Pihak keluarga mengungkapkan harapan agar kepergian Dr. Myta menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama terkait sistem kerja dokter internship. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ujar salah satu anggota keluarga di rumah duka.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya evaluasi sistem kerja dokter internship di Indonesia. Keluarga almarhumah menegaskan bahwa mereka tidak menilai siapa yang bersalah, melainkan berharap agar kejadian serupa tidak terulang. Investigasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan memperbaiki kondisi kerja bagi para dokter internship di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polda Sumsel Gelar Khitanan Massal dan Operasi Katarak Gratis
Polda Babel gelar bakti kesehatan HUT Bhayangkara ke-80
Cara Cek Dana PIP 2026 Sudah Cair atau Belum Lewat Situs
76 Calon Paskibraka 2026 Diumumkan, 119 Ribu Lebih Pendaftar Tersingkir
Polres Muba gelar coffee morning, perkuat sinergi Forkopimda
Ambulans Lapas Kotabumi Kecelakaan di Lampung Tengah, Terbalik di Sungai
Berita Terbaru
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
Bali Siapkan 3 Kawasan Surga Pajak, Pajak 0% Ditawarkan
Jokowi ke Lampung Jumat, Ajak Warga Foto Bersama
Sekretaris Dinas Bangkalan Tewas Misterius di Mobil Dinas Bandara