Eko Sapto Jadi Plt Bupati Sukoharjo Gantikan Etik
Gambar atau konten salah?
Penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani berbuntut panjang. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, langsung menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. Keputusan ini diumumkan pada hari Minggu, 12 Juli 2026.
"Plt (Bupati Sukoharjo) sudah, sudah ditunjuk, sudah dari kemarin. Tidak boleh ada yang lowong," kata Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja Pemprov Jateng, Senin, 13 Juli 2026.
Eko Sapto Purnomo sebenarnya baru menjabat sebagai Wakil Bupati Sukoharjo sejak tahun 2025. Ia bersama Etik Suryani memenangkan Pilkada 2024 dengan perolehan 319.923 suara sah. Kemenangan itu terbilang unik karena mereka bertarung melawan kotak kosong. Kini, pria kelahiran 08 Maret 1985 itu harus segera mengambil alih tampuk kepemimpinan di Sukoharjo.
Siapa sebenarnya Eko Sapto Purnomo? Berikut profil singkatnya, mulai dari pendidikan, karier politik, hingga jumlah kekayaan yang dilaporkannya.
Riwayat Pendidikan
Informasi dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyebutkan, Eko mengawali pendidikan dasarnya di SD Negeri 1 Klumprit. Langkahnya berlanjut ke SMP Negeri 1 Mojolaban pada tahun 1997. Tiga tahun berselang, ia masuk ke SMA Negeri 3 Surakarta.
Setelah lulus SMA, Eko melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), seorang mahasiswa bernama Eko Sapto Purnomo terdaftar di Program Studi Manajemen Universitas Sebelas Maret pada 01 Agustus 2003.
Berikut ringkasan pendidikannya:
- SD Negeri 1 Klumprit
- SMP Negeri 1 Mojolaban
- SMA Negeri 3 Surakarta
- Universitas Sebelas Maret, Jurusan Manajemen
Perjalanan Karier Politik
Karier politik Eko Sapto Purnomo dimulai di tingkat daerah. Ia pertama kali duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukoharjo untuk periode 2014-2019. Di parlemen, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua I.
Pada Pemilu 2019, Eko kembali maju sebagai calon anggota DPRD. Ia diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sukoharjo 5. Berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Sukoharjo Nomor: 65/PL.01.7-Kpts/3311/KPU-Kab/V/2019, ia berhasil mengumpulkan 9.964 suara sah. Hasil itu cukup untuk membawanya kembali ke DPRD Sukoharjo untuk periode 2019-2024.
Begitu masa jabatan keduanya berakhir, Eko tidak berhenti. Ia kembali bertarung di Pemilu 2024 sebagai calon anggota DPRD Sukoharjo dari dapil yang sama. Keputusan KPU Kabupaten Sukoharjo Nomor 626 Tahun 2024 mencatat, ia meraih 13.684 suara. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara calon-calon Gerindra lainnya. Namun, ia kemudian digantikan oleh Raditya Wisnu Wardana. Alasannya, Eko berencana maju dalam pemilihan kepala daerah.
Benar saja. Di Pilkada 2024, lulusan UNS ini maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Etik Suryani. Pasangan ini sukses mendulang 319.923 suara sah dan memenangkan kontestasi. Mereka kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo untuk masa bakti 2025-2030. Kini, setelah Etik Suryani ditangkap, Eko resmi menjadi Plt Bupati Sukoharjo.
Berikut ringkasan karier politiknya:
- Anggota DPRD Sukoharjo periode 2014-2019
- Anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024
- Wakil Bupati Sukoharjo periode 2025-2030
- Plt Bupati Sukoharjo mulai Juli 2026
Harta Kekayaan
Sebagai pejabat negara, Eko Sapto Purnomo wajib melaporkan harta kekayaannya. Laporan terakhir ia serahkan pada 02 Juni 2026. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp 7.077.538.788 atau sekitar 7 miliar rupiah.
Porsi terbesar dari kekayaan Eko ada pada aset tanah dan bangunan. Nilainya mencapai 7,2 miliar rupiah. Aset-aset ini tersebar di 15 lokasi di Kabupaten Sukoharjo, dengan luas tanah berkisar antara 206 hingga 3.349 meter persegi.
Selain properti, Eko juga memiliki kekayaan lain. Ia mencatatkan alat transportasi dan mesin senilai Rp 1.067.000.000. Ada pula harta bergerak lainnya sebesar Rp 121.950.000, serta kas dan setara kas senilai Rp 669.933.788. Namun, ia juga memiliki utang sebesar 2 miliar rupiah. Setelah dikurangi utang, kekayaan bersihnya menjadi sekitar 7 miliar 77 juta rupiah.
Demikian profil singkat Eko Sapto Purnomo. Ia adalah Wakil Bupati Sukoharjo yang kini harus menjalankan tugas sebagai Plt Bupati menggantikan Etik Suryani yang berstatus tersangka. Situasi ini menuntut Eko untuk segera memimpin roda pemerintahan di Sukoharjo tanpa adanya kekosongan kekuasaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tiga Ruang Kelas SD di Boyolali Disangga Bambu, Atap Nyaris Roboh
Suhu -5 Derajat Celsius, Petani Kentang Dieng Gagal Panen
Polisi Tilang Pria Nekat Selfie di Tol Semarang-Solo
Plt Bupati Sukoharjo Ditunjuk Usai OTT KPK
Siswi SMKN Klaten Hilang Sejak 11 Juli, Pamit Makan Bersama Teman
18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga Demak
Berita Terbaru
Eko Sapto Jadi Plt Bupati Sukoharjo Gantikan Etik
Jaksa Surabaya Sukses Kembangkan Bisnis Penangkaran Murai Batu
Harga Makan di Stadion Piala Dunia 2026 Bikin Dompet Menjerit
Pilih Kursi Pesawat: Jendela atau Lorong?
Toyota Veloz Hybrid Kalahkan BYD M6 DM di Penjualan Juni 2026
Konate: Ancaman Spanyol Bukan Hanya Yamal
MPLS Digelar, Menteri Peringatkan Bahaya Perundungan Anak
3 Pengeroyok Penjaga Perlintasan Kereta di Garut Buron
4 SD di Ponorogo Hanya Kebagian 2 Murid Baru
