Suhu -5 Derajat Celsius, Petani Kentang Dieng Gagal Panen
Gambar atau konten salah?
Dieng, Banjarnegara, mengalami suhu yang sangat dingin pada Senin pagi, 13 Juli 2026. Suhu mencapai -5 derajat Celsius. Akibatnya, para petani kentang di kawasan tersebut menghadapi ancaman gagal panen. Daun-daun tanaman membeku dan layu karena cuaca ekstrem ini.
Brent Sastro (42), seorang warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, melaporkan bahwa suhu di rumahnya pagi itu mencapai -5 derajat Celsius. Sehari sebelumnya, pada Minggu, 12 Juli 2026, suhu tercatat -3 derajat Celsius. Brent mengabadikan kondisi dedaunan yang terkena dampak embun es atau yang biasa disebut bun upas.
"Pagi ini -5, kemarin -3. Wajib jaket tebal, Mas. Saya kalau keluar ngonten (membuat konten) pagi harus pake sepatu boots," kata Brent saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin, 13 Juli 2026.
Brent juga mengirimkan foto dan video yang menunjukkan dedaunan layu dan tertutup bunga es, mirip seperti di dalam kulkas. Kondisi ini, menurutnya, persis seperti yang terjadi pada Kamis, 9 Juli 2026, ketika suhu sempat menyentuh -6 derajat Celsius. Saat ditanya apakah dedaunan beku mengkristal seperti hari Jumat sebelumnya, Brent menjawab, "Kalau itu pasti Mas."
Brent menjelaskan bahwa situasi ini sangat merugikan para petani kentang. Ia sempat berbincang dengan seorang petani yang baru menanam kentang berusia satu bulan. Petani itu pasrah karena tanamannya dipastikan gagal panen. "Daun dahan layu dan mati, rawan di usia sebelum 60 hari," jelas Brent.
Meskipun demikian, para petani memiliki beberapa cara untuk mengantisipasi kerugian besar. Salah satunya adalah mengganti tanaman kentang dengan komoditas lain yang lebih tahan terhadap embun es. "Ada beberapa petani mengatur atau mengganti tanam wortel atau kubis yang tahan dengan embun es. Ada beberapa petani mengantisipasi dengan semprot dengan air ke tanaman dari malam sampai pagi, dan itu lumayan efektif," tuturnya.
Namun, tidak semua petani memilih untuk mengganti tanaman. Beberapa di antara mereka justru bertahan menanam kentang. Alasannya, harga kentang cenderung tinggi selama musim suhu dingin seperti ini. "Banyak yang bertahan nanam kentang juga, karena harga kalau pas musim seperti ini biasanya tinggi harganya," kata Brent.
Sementara itu, Kepala UPT Dieng Banjarnegara, Wibi Satria N, mengonfirmasi bahwa suhu -6 derajat Celsius di Dieng tidak hanya terjadi pada Kamis lalu, tetapi juga pada Jumat, 10 Juli 2026. "Kamis Jumat -6," kata Wibi.
Wibi menjelaskan bahwa petani biasanya menyiram tanaman pada malam hari untuk mencegah pembekuan. Namun, pada suhu -6 derajat Celsius, cara ini justru membuat dedaunan membeku dan tanaman mati. "Malam harinya disiram, Mas. Tapi kemarin pas -6 malah jadi mati semua," sebutnya.
Sebelumnya, Wibi telah memperingatkan bahwa jika suhu di Dieng terus berada di bawah nol derajat Celsius selama beberapa hari ke depan, tanaman petani terancam mati. "Lihat beberapa hari ke depan, Mas. Kalau seperti tadi pagi tiga hari ke depan, 90% bisa mati semua. Mayoritas di Dieng tanaman kentang," kata dia pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kondisi cuaca ekstrem di Dieng ini menjadi tantangan besar bagi para petani. Mereka harus memilih antara mengganti tanaman atau bertahan dengan kentang yang harganya sedang tinggi. Embun es yang membekukan daun menjadi ancaman nyata, terutama bagi tanaman yang masih muda. Para petani berharap suhu segera membaik agar kerugian tidak semakin besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polisi Tilang Pria Nekat Selfie di Tol Semarang-Solo
Plt Bupati Sukoharjo Ditunjuk Usai OTT KPK
Siswi SMKN Klaten Hilang Sejak 11 Juli, Pamit Makan Bersama Teman
18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga Demak
Plt Bupati Sukoharjo Langsung Ditunjuk Usai OTT KPK
Warga Banyumas Jalan Kaki 1 Km Demi Air Bersih
Berita Terbaru
MPLS Lamongan Fokus Cegah Bullying
Pola Makan Ekstrem Haaland: 6.000 Kalori Sehari
MPLS di SDN 5 Pohsanten: Hanya 2 Siswa Baru
BPJS Hadirkan VIOLA dan BPJS Keliling untuk Wilayah 3T
Kebakaran Hanguskan Dua Kantor OPD di Padang
Bianglala Berhenti, 30 Orang Terjebak
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tetap hingga September 2026
Bom Rakitan Tasikmalaya, Suara Keras Tanpa Korban
OJK Bantah Ada Aksi Jual Asing Usai Ancaman Downgrade S&P